by | 6 Nov 2026 | KabarMu |

UMS Gandeng Pakar Australia dan Thailand Bahas Inovasi Pembelajaran Matematika Berbasis AI

muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR — Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus memperkuat inovasi pendidikan matematika melalui penguatan kolaborasi akademik internasional dan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Komitmen ini diwujudkan oleh Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMS melalui gelaran International Conference on Mathematics and Learning Research (ICOMER) 2026.

Konferensi internasional berbasis hybrid ini mengusung tema “Empowering Future Skills in Mathematical Thinking: The Role of Artificial Intelligence and Educational Technology.” Kegiatan yang diselenggarakan pada Rabu (28/10/2026) tersebut diikuti oleh 195 peserta, yang terdiri dari 80 peserta luring dan 115 peserta daring.

Ketua Pelaksana ICOMER 2026 sekaligus Dosen Pendidikan Matematika UMS, Anisa Swastika, S.Si., M.Pd.,menyampaikan bahwa perkembangan teknologi digital dan AI menuntut perubahan mendasar dalam dunia pendidikan untuk menyiapkan generasi mendatang.

“Pemanfaatan AI membuka peluang menghadirkan pembelajaran yang lebih personal, interaktif, serta mampu membantu pemodelan berbagai persoalan nyata. Hal tersebut menjadi penting untuk mempersiapkan generasi mendatang menghadapi tantangan global,” ujar Anisa Swastika saat diwawancarai pada Jumat (6/11/2026).

Anisa menjelaskan, ICOMER merupakan agenda tahunan Prodi Pendidikan Matematika FKIP UMS. Pada penyelenggaraan tahun ini, ICOMER menjadi bagian dari International Summit on Science, Technology, and Humanity(ISETH) 2026 dan berkolaborasi dengan Kongres Nasional Pendidikan Matematika Indonesian Mathematics Educator Society (KNPM-IMES) 2026.

Empat pembicara dari perguruan tinggi nasional dan internasional hadir memaparkan perspektif ilmiahnya. Sesi pertama menghadirkan dua pembicara internasional secara daring, yakni Assoc. Prof. Greg Oates, Ph.D. dari University of Tasmania (Australia) yang mengupas kontrak didaktik di era AI, serta Assoc. Prof. Dr. Maitree Inprasitha dari Khon Kaen University (Thailand) yang memaparkan Lesson Study dan pendekatan terbuka dalam pembelajaran matematika. Sesi ini dipandu oleh moderator Muhammad Waluyo, S.Pd., M.Sc.

Sesi kedua dilanjutkan oleh pakar nasional. Prof. Dr. Cecep Anwar Hadi Firdos Santosa, M.Si. dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa mengulas efisiensi kognitif dan kematangan matematis. Sementara itu, Assoc. Prof. Dr. Muhammad Noor Kholid, M.Pd. dari UMS membahas pemikiran reflektif matematis di tengah kemudahan integrasi AI. Sesi kedua dimoderatori oleh Sri Rejeki, S.Pd., M.Pd., M.Sc.

Berbagai pemikiran yang mengemuka dalam forum tersebut menegaskan bahwa pesatnya integrasi AI perlu diimbangi dengan penguatan kemampuan berpikir matematis tingkat tinggi (higher-order thinking skills). Meski AI dapat menjadi sarana pendukung, pemahaman konsep, analisis persoalan, evaluasi informasi, dan refleksi proses berpikir tetap menjadi kompetensi utama peserta didik.

Keterlibatan pembicara dari Australia, Thailand, dan Indonesia dalam ICOMER 2026 ini menjadi langkah strategis UMS dalam memperluas jejaring akademik internasional serta meningkatkan kontribusi institusi dalam diskursus pendidikan di tingkat global.

Editor: Asef Dwi Nugroho, S.I.Kom.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Informasi PDM Karanganyar kini hadir di Saluran WhatsApp dengan klik Muhammadiyah Karanganyar

Artikel terkait