by | 25 Jun 2026 | Pendidikan |

Krisis Listrik PLN: Dosen UMS Beri Solusi Energi Mandiri Rumah Tangga

muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR — SURAKARTA – Peristiwa pemadaman listrik bergilir berskala luas melanda seluruh provinsi di Pulau Jawa sepanjang bulan Juni 2026 akibat gangguan teknis pada dua unit pembangkit listrik besar milik PT PLN (Persero) serta kendala pasokan batu bara. Merespons krisis tersebut, institusi akademis mendorong masyarakat untuk segera membangun sistem kemandirian energi berbasis energi terbarukan di tingkat rumah tangga guna meminimalkan kerugian ekonomi.

Dosen Program Studi Teknik Elektro Fakultas Teknik (FT) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Ir. Hasyim Asy’ari, S.T., M.T., IPM, menegaskan bahwa situasi blackout yang terjadi berulang ini merupakan momentum krusial untuk mengevaluasi ketergantungan pada jaringan listrik pusat. Menurutnya, kelompok masyarakat yang paling terpukul oleh manajemen beban ini adalah sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta rumah tangga yang sama sekali belum memiliki sistem cadangan energi listrik.

Berdasarkan laporan Warta Kompas, defisit daya kelistrikan ini dipicu oleh gangguan operasional pada dua pembangkit utama serta hambatan distribusi rantai pasok batu bara, sehingga PLN terpaksa menerapkan pemadaman beban berkala. Imbasnya, durasi pemadaman rata-rata mencapai dua jam per wilayah, yang secara mendadak menghentikan lini produksi industri rumahan serta menunda berbagai aktivitas digital dan domestik masyarakat.

Situasi di lapangan diperparah oleh keluhan warga yang mengaku tidak menerima pemberitahuan resmi atau jadwal pemadaman berkala terlebih dahulu dari pihak PLN. Ketiadaan transparansi informasi ini memicu ketidakpastian yang merugikan perencanaan operasional pelaku usaha kecil, seperti pengusaha roti, yang terpaksa menghentikan produksi di tengah jalan dan menderita kerugian bahan baku.

Hasyim membandingkan sektor UMKM dengan sektor industri atau institusi besar yang relatif lebih siap. Di lingkungan kampus UMS sendiri, seluruh gedung utama telah diintegrasikan dengan perangkat genset (generator set) otomatis untuk menjamin kelangsungan kegiatan akademik. Kendati demikian, ia menggarisbawahi bahwa ketergantungan pada genset bukan solusi jangka panjang yang ideal.

“Penggunaan genset memiliki konsekuensi biaya operasional yang jauh lebih tinggi karena konsumsi bahan bakar minyak secara terus-menerus, di samping menghasilkan polusi suara yang bising dan emisi gas buang yang tinggi,” kata Hasyim saat memberikan keterangan pers, Rabu (24/6/2026).

Sebagai solusi strategis, Hasyim merekomendasikan adopsi teknologi panel surya dengan sistem hybrid off-grid. Perangkat ini dinilai paling efektif dan cepat diimplementasikan oleh masyarakat luas karena harga teknologinya yang kian terjangkau, instalasi yang relatif mudah, serta biaya perawatan yang sangat rendah. Sistem ini mampu mengalirkan listrik langsung pada siang hari dan menyimpan kelebihan dayanya ke dalam baterai untuk cadangan penuh saat malam hari atau saat terjadi pemadaman dari PLN.

Dalam jangka pendek, pakar teknik elektro UMS ini mengimbau warga untuk meningkatkan kesiapsiagaan mandiri, antara lain dengan mengoptimalkan pengisian daya gawai elekronik sebelum waktu pemadaman, menyediakan penerangan darurat, serta mengatur ulang jadwal kerja operasional yang sensitif terhadap pasokan listrik.

Secara institusional, Hasyim mendesak PT PLN (Persero) untuk memperbaiki pola komunikasi publik dengan membuka akses data real-time mengenai jadwal dan penyebab pemadaman. Keterbukaan informasi ini sangat penting agar masyarakat dan pelaku usaha dapat melakukan mitigasi dini dan penyesuaian logistik operasional secara presisi.

Untuk strategi jangka panjang kelistrikan nasional, PLN dituntut untuk mempercepat transisi energi menuju Energi Baru Terbarukan (EBT) serta mempermudah regulasi dukungan bagi pemanfaatan panel surya atap oleh warga. Langkah kolektif masyarakat dalam memproduksi energi mandiri dinilai dapat mengurangi beban puncak sistem kelistrikan nasional secara signifikan sekaligus memitigasi risiko kegagalan sistem kelistrikan makro di masa depan. (Maysali/Humas)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Informasi PDM Karanganyar kini hadir di Saluran WhatsApp dengan klik Muhammadiyah Karanganyar

Jadwal Salat Hari Ini
Memuat lokasi…
Subuh
Terbit
Zuhur
Ashar
Maghrib
Isya
Menuju salat berikutnya:
Subuh menggunakan kriteria Muhammadiyah (-18°).

Artikel terkait