muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Kelompok 19 Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan program penyuluhan kesehatan dan deteksi dini hipertensi bagi kelompok lanjut usia (lansia). Kegiatan yang diikuti oleh 45 peserta lansia ini berlangsung di Posyandu Delima, Dukuh Nglondo, Desa Waru, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo, pada Senin (15/6/2026).
Program promotif dan preventif ini diinisiasi berdasarkan hasil koordinasi lintas program studi mahasiswa KKN—terdiri dari prodi Kesehatan Masyarakat, Gizi, Fisioterapi, dan Keperawatan—bersama Bidan Desa Waru, Ligna Dwi A., S.ST., Bdn. Berdasarkan data lapangan, prevalensi kasus tekanan darah tinggi pada kelompok lansia di wilayah tersebut tercatat masih cukup tinggi, sehingga memerlukan intervensi edukasi guna meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga stabilitas tekanan darah.
Ketua KKN Tematik FIK UMS Kelompok 19, Muhammad Rivandi Athaya, menyatakan bahwa hipertensi memerlukan perhatian serius serta penanganan yang berkelanjutan karena karakteristik klinisnya yang kerap tidak bergejala pada fase awal.

“Hipertensi dikenal sebagai silent killer karena sering kali tidak menunjukkan tanda-tanda khusus, tetapi dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius seperti penyakit jantung dan stroke apabila tidak dikendalikan dengan baik. Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat, khususnya lansia, semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan dan melakukan pemeriksaan tekanan darah secara rutin,” ujar Rivandi, Rabu (23/6/2026).
Rangkaian kegiatan diawali dengan pemeriksaan kesehatan menyeluruh yang meliputi pengukuran antropometri (tinggi badan, berat badan, dan lingkar perut). Selain itu, tim mahasiswa juga melakukan pengukuran tekanan darah serta pengecekan kadar gula darah sewaktu (GDS) sebagai parameter skrining kondisi kesehatan umum para peserta sebelum menerima materi edukasi.
Usai penapisan kesehatan, sembilan mahasiswa KKN Tematik yang bertugas memberikan sosialisasi mengenai tata laksana pola makan sehat dan modifikasi gaya hidup bagi penderita hipertensi. Materi edukasi difokuskan pada pembatasan asupan natrium (garam), pengurangan konsumsi makanan tinggi lemak, peningkatan konsumsi buah dan sayur, pemeliharaan berat badan ideal, aktivitas fisik terukur, serta urgensi kontrol klinis secara berkala.
Kader Posyandu Delima, Surati, memberikan apresiasi atas kontribusi nyata yang diberikan oleh sivitas akademika UMS. Menurutnya, edukasi ini memberikan dampak praktis bagi pemahaman warga senior dalam melakukan pencegahan komplikasi mandiri di rumah.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi para lansia di Posyandu Delima. Dengan adanya penyuluhan ini, para peserta menjadi lebih paham tentang hipertensi, cara menjaga pola makan, serta pentingnya rutin memeriksa tekanan darah untuk mencegah komplikasi yang lebih serius,” tutur Surati di sela-sela kegiatan.
Kegiatan interaktif ini juga diwarnai dengan sesi diskusi dan tanya jawab, di mana para lansia aktif berkonsultasi mengenai batasan konsumsi makanan harian, faktor risiko pemicu lonjakan tekanan darah, serta langkah pencegahan klinis pada usia senja.
Secara institusional, program pengabdian masyarakat oleh Kelompok 19 KKN Tematik FIK UMS yang beranggotakan Aprilia Mutiara Dewi, Deviana Rakhma Khaerunnisa, Atina Suci Berliana, Neza Pratama Putri, Muhammad Rivandi Athaya, Wafa Ubaidah Rahma, Gisca Yunita Anissa Nuraeni, Amanda Mafizatul Fitri, dan Luluk Faiqof Indriyana Astuti ini berjalan di bawah supervisi tim Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Cahyaning Tyas, S.KM., M.K.M., dan Abi Muhlisin, S.KM., M.Kep. Program ini diharapkan dapat memperkuat sinergi perguruan tinggi dalam menyelesaikan problematika kesehatan riil di masyarakat.















