Kampus Berkelanjutan: Inovasi Kesehatan UMS Mendunia di GSDC 2026

Kampus Berkelanjutan: Inovasi Kesehatan UMS Mendunia di GSDC 2026

muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR — Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berkomitmen penuh memperkuat posisinya sebagai kampus berkelanjutan di tingkat internasional melalui partisipasi aktif dalam forum THE Global Sustainable Development Congress (GSDC) 2026 yang berlangsung pada 22-25 Juni 2026, yang kemudian dilanjutkan dengan agenda SDGs Center Conference oleh Indonesia Sustainable Campus Network (ISCN) pada 25-26 Juni 2026.

Dalam forum bergengsi tersebut, delegasi UMS mengirimkan tim terbaik yang terdiri atas Deputasi Pengembangan Reputasi Global UMS Ir. Agus Ulinuha, S.T., M.T., Ph.D., Koordinator SDGs Center UMS Rama Rizana, S.T., M.Sc., Koordinator Reputasi Global UMS Ayu Khoirotul Umaroh, S.K.M., M.K.M., serta Staf Social Impact UMS Fatimatun Nashiyroh, S.P. Langkah ini diambil guna memperluas kontribusi nyata persyarikatan di kancah dunia.

Guna mengenalkan praktik baik kepada komunitas global yang melibatkan akademisi, pelaku industri, pembuat kebijakan, hingga mitra pembangunan lintas negara, UMS bergabung bersama 27 Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) yang berpredikat Unggul dalam sebuah booth pameran bersama. Stan pameran ini secara strategis memamerkan program-program unggulan serta inovasi riset yang berdampak langsung pada pemenuhan target pembangunan berkelanjutan.

Koordinator SDGs Center UMS, Rama Rizana, S.T., M.Sc., menjelaskan bahwa kehadiran UMS dalam kongres berskala global ini berfokus pada perluasan jejaring kemitraan internasional. Mengingat SDGs Center berada di bawah naungan Direktorat Reputasi, Kemitraan, dan Urusan Internasional (DRKUI), aspek kolaborasi menjadi prioritas utama universitas.

“Tujuan utama kami tentu memperluas jejaring UMS. SDGs Center berada di bawah Direktorat Reputasi, Kemitraan, dan Urusan Internasional (DRKUI), sehingga aspek kemitraan menjadi bagian penting dari agenda kami. Ini juga merupakan agenda rutin untuk mengikuti kegiatan yang diselenggarakan lembaga pemeringkatan seperti Times Higher Education. Bedanya, kali ini skalanya global, tidak hanya Asia seperti sebelumnya di Hong Kong, sehingga kampus-kampus dari berbagai benua, termasuk Afrika, akan hadir,” ujar Rama, Rabu (24/6/2026).

Selain perluasan jaringan kerja sama, keikutsertaan ini juga ditujukan untuk menyerap wawasan baru dari berbagai sesi diskusi panel dan talkshow yang dihadiri narasumber lintas sektor. SDGs Center UMS membidik pembaruan informasi mengenai perkembangan indikator THE Impact Rankings, yang menjadi tolok ukur utama performa universitas dalam isu berkelanjutan.

Dalam aspek inovasi, UMS menampilkan sejumlah produk unggulan hasil riset di bidang kesehatan sebagai kontribusi konkret terhadap agenda global. Ragam produk yang dipamerkan di antaranya mencakup penemuan obat herbal inovatif, media edukasi kesehatan modern, serta model pemberdayaan masyarakat yang dirancang adaptif untuk mendongkrak kualitas kesehatan publik secara jangka panjang.

Tak sekadar memamerkan produk, UMS juga diberikan panggung terhormat untuk memaparkan draf dan praktik baik implementasi pembangunan berkelanjutan. Pada sesi forum THE GSDC tanggal 22 Juni 2026, Rama Rizana secara langsung mempresentasikan program unggulan PTMA dalam memperkuat aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) melalui pendekatan transformatif yang kolaboratif.

Sementara itu, Deputi Pengembangan Reputasi Global UMS, Ir. Agus Ulinuha, S.T., M.T., Ph.D., menegaskan bahwa partisipasi aktif di kancah internasional ini merupakan bagian integral dari peta jalan penguatan reputasi global institusi sekaligus implementasi nyata atas visi besar universitas.

“Partisipasi UMS dalam THE Global Sustainable Development Congress dan ISCN SDGs Center Conference bukan sekadar kehadiran dalam forum global, tetapi merupakan wujud nyata komitmen kami untuk menjadi bagian dari solusi atas tantangan pembangunan berkelanjutan dunia. Melalui inovasi riset, kolaborasi internasional, dan penguatan jejaring strategis, UMS ingin menunjukkan bahwa perguruan tinggi Indonesia, khususnya UMS, mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan berkontribusi dalam agenda SDGs di tingkat global,” tegas Agus.

Dengan keterlibatan mendalam pada dua forum dunia tersebut, UMS memantapkan perannya sebagai motor penggerak transformasi sosial dan lingkungan melalui integrasi pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, dan kemitraan global. Langkah strategis ini sepenuhnya selaras dengan visi jangka panjang UMS menuju universitas berkelas dunia yang unggul, berkemajuan, dan membawa kemaslahatan bagi peradaban global. (Fika/Humas)

Krisis Listrik PLN: Dosen UMS Beri Solusi Energi Mandiri Rumah Tangga

Krisis Listrik PLN: Dosen UMS Beri Solusi Energi Mandiri Rumah Tangga

muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR — SURAKARTA – Peristiwa pemadaman listrik bergilir berskala luas melanda seluruh provinsi di Pulau Jawa sepanjang bulan Juni 2026 akibat gangguan teknis pada dua unit pembangkit listrik besar milik PT PLN (Persero) serta kendala pasokan batu bara. Merespons krisis tersebut, institusi akademis mendorong masyarakat untuk segera membangun sistem kemandirian energi berbasis energi terbarukan di tingkat rumah tangga guna meminimalkan kerugian ekonomi.

Dosen Program Studi Teknik Elektro Fakultas Teknik (FT) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Ir. Hasyim Asy’ari, S.T., M.T., IPM, menegaskan bahwa situasi blackout yang terjadi berulang ini merupakan momentum krusial untuk mengevaluasi ketergantungan pada jaringan listrik pusat. Menurutnya, kelompok masyarakat yang paling terpukul oleh manajemen beban ini adalah sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta rumah tangga yang sama sekali belum memiliki sistem cadangan energi listrik.

Berdasarkan laporan Warta Kompas, defisit daya kelistrikan ini dipicu oleh gangguan operasional pada dua pembangkit utama serta hambatan distribusi rantai pasok batu bara, sehingga PLN terpaksa menerapkan pemadaman beban berkala. Imbasnya, durasi pemadaman rata-rata mencapai dua jam per wilayah, yang secara mendadak menghentikan lini produksi industri rumahan serta menunda berbagai aktivitas digital dan domestik masyarakat.

Situasi di lapangan diperparah oleh keluhan warga yang mengaku tidak menerima pemberitahuan resmi atau jadwal pemadaman berkala terlebih dahulu dari pihak PLN. Ketiadaan transparansi informasi ini memicu ketidakpastian yang merugikan perencanaan operasional pelaku usaha kecil, seperti pengusaha roti, yang terpaksa menghentikan produksi di tengah jalan dan menderita kerugian bahan baku.

Hasyim membandingkan sektor UMKM dengan sektor industri atau institusi besar yang relatif lebih siap. Di lingkungan kampus UMS sendiri, seluruh gedung utama telah diintegrasikan dengan perangkat genset (generator set) otomatis untuk menjamin kelangsungan kegiatan akademik. Kendati demikian, ia menggarisbawahi bahwa ketergantungan pada genset bukan solusi jangka panjang yang ideal.

“Penggunaan genset memiliki konsekuensi biaya operasional yang jauh lebih tinggi karena konsumsi bahan bakar minyak secara terus-menerus, di samping menghasilkan polusi suara yang bising dan emisi gas buang yang tinggi,” kata Hasyim saat memberikan keterangan pers, Rabu (24/6/2026).

Sebagai solusi strategis, Hasyim merekomendasikan adopsi teknologi panel surya dengan sistem hybrid off-grid. Perangkat ini dinilai paling efektif dan cepat diimplementasikan oleh masyarakat luas karena harga teknologinya yang kian terjangkau, instalasi yang relatif mudah, serta biaya perawatan yang sangat rendah. Sistem ini mampu mengalirkan listrik langsung pada siang hari dan menyimpan kelebihan dayanya ke dalam baterai untuk cadangan penuh saat malam hari atau saat terjadi pemadaman dari PLN.

Dalam jangka pendek, pakar teknik elektro UMS ini mengimbau warga untuk meningkatkan kesiapsiagaan mandiri, antara lain dengan mengoptimalkan pengisian daya gawai elekronik sebelum waktu pemadaman, menyediakan penerangan darurat, serta mengatur ulang jadwal kerja operasional yang sensitif terhadap pasokan listrik.

Secara institusional, Hasyim mendesak PT PLN (Persero) untuk memperbaiki pola komunikasi publik dengan membuka akses data real-time mengenai jadwal dan penyebab pemadaman. Keterbukaan informasi ini sangat penting agar masyarakat dan pelaku usaha dapat melakukan mitigasi dini dan penyesuaian logistik operasional secara presisi.

Untuk strategi jangka panjang kelistrikan nasional, PLN dituntut untuk mempercepat transisi energi menuju Energi Baru Terbarukan (EBT) serta mempermudah regulasi dukungan bagi pemanfaatan panel surya atap oleh warga. Langkah kolektif masyarakat dalam memproduksi energi mandiri dinilai dapat mengurangi beban puncak sistem kelistrikan nasional secara signifikan sekaligus memitigasi risiko kegagalan sistem kelistrikan makro di masa depan. (Maysali/Humas)

Cegah Silent Killer, KKN FIK UMS Edukasi Hipertensi Lansia

Cegah Silent Killer, KKN FIK UMS Edukasi Hipertensi Lansia

muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Kelompok 19 Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan program penyuluhan kesehatan dan deteksi dini hipertensi bagi kelompok lanjut usia (lansia). Kegiatan yang diikuti oleh 45 peserta lansia ini berlangsung di Posyandu Delima, Dukuh Nglondo, Desa Waru, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo, pada Senin (15/6/2026).

Program promotif dan preventif ini diinisiasi berdasarkan hasil koordinasi lintas program studi mahasiswa KKN—terdiri dari prodi Kesehatan Masyarakat, Gizi, Fisioterapi, dan Keperawatan—bersama Bidan Desa Waru, Ligna Dwi A., S.ST., Bdn. Berdasarkan data lapangan, prevalensi kasus tekanan darah tinggi pada kelompok lansia di wilayah tersebut tercatat masih cukup tinggi, sehingga memerlukan intervensi edukasi guna meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga stabilitas tekanan darah.

Ketua KKN Tematik FIK UMS Kelompok 19, Muhammad Rivandi Athaya, menyatakan bahwa hipertensi memerlukan perhatian serius serta penanganan yang berkelanjutan karena karakteristik klinisnya yang kerap tidak bergejala pada fase awal.

“Hipertensi dikenal sebagai silent killer karena sering kali tidak menunjukkan tanda-tanda khusus, tetapi dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius seperti penyakit jantung dan stroke apabila tidak dikendalikan dengan baik. Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat, khususnya lansia, semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan dan melakukan pemeriksaan tekanan darah secara rutin,” ujar Rivandi, Rabu (23/6/2026).

Rangkaian kegiatan diawali dengan pemeriksaan kesehatan menyeluruh yang meliputi pengukuran antropometri (tinggi badan, berat badan, dan lingkar perut). Selain itu, tim mahasiswa juga melakukan pengukuran tekanan darah serta pengecekan kadar gula darah sewaktu (GDS) sebagai parameter skrining kondisi kesehatan umum para peserta sebelum menerima materi edukasi.

Usai penapisan kesehatan, sembilan mahasiswa KKN Tematik yang bertugas memberikan sosialisasi mengenai tata laksana pola makan sehat dan modifikasi gaya hidup bagi penderita hipertensi. Materi edukasi difokuskan pada pembatasan asupan natrium (garam), pengurangan konsumsi makanan tinggi lemak, peningkatan konsumsi buah dan sayur, pemeliharaan berat badan ideal, aktivitas fisik terukur, serta urgensi kontrol klinis secara berkala.

Kader Posyandu Delima, Surati, memberikan apresiasi atas kontribusi nyata yang diberikan oleh sivitas akademika UMS. Menurutnya, edukasi ini memberikan dampak praktis bagi pemahaman warga senior dalam melakukan pencegahan komplikasi mandiri di rumah.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi para lansia di Posyandu Delima. Dengan adanya penyuluhan ini, para peserta menjadi lebih paham tentang hipertensi, cara menjaga pola makan, serta pentingnya rutin memeriksa tekanan darah untuk mencegah komplikasi yang lebih serius,” tutur Surati di sela-sela kegiatan.

Kegiatan interaktif ini juga diwarnai dengan sesi diskusi dan tanya jawab, di mana para lansia aktif berkonsultasi mengenai batasan konsumsi makanan harian, faktor risiko pemicu lonjakan tekanan darah, serta langkah pencegahan klinis pada usia senja.

Secara institusional, program pengabdian masyarakat oleh Kelompok 19 KKN Tematik FIK UMS yang beranggotakan Aprilia Mutiara Dewi, Deviana Rakhma Khaerunnisa, Atina Suci Berliana, Neza Pratama Putri, Muhammad Rivandi Athaya, Wafa Ubaidah Rahma, Gisca Yunita Anissa Nuraeni, Amanda Mafizatul Fitri, dan Luluk Faiqof Indriyana Astuti ini berjalan di bawah supervisi tim Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Cahyaning Tyas, S.KM., M.K.M., dan Abi Muhlisin, S.KM., M.Kep. Program ini diharapkan dapat memperkuat sinergi perguruan tinggi dalam menyelesaikan problematika kesehatan riil di masyarakat.

UMS Gelar SIML 2026, Dorong Inovasi AI Berbasis Human-Centered Intelligence

UMS Gelar SIML 2026, Dorong Inovasi AI Berbasis Human-Centered Intelligence

muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR — Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menegaskan komitmennya dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di kancah internasional melalui penyelenggaraan International Conference on Smart Computing, Internet of Things, and Machine Learning (SIML) 2026 yang berlangsung pada 10-11 Juni 2026. Mengusung tema strategis “Human-Centered Intelligence: Bridging AI, Data, and Society”, konferensi ilmiah global yang didukung penuh oleh IEEE Indonesia Section ini dirancang sebagai wadah kolaborasi elite bagi para akademisi, peneliti, praktisi, serta mahasiswa dari berbagai belahan dunia.

Penyelenggaraan SIML 2026 kali ini menarik atensi ilmiah yang masif dengan masuknya 219 artikel riset dari 11 negara. Melalui proses seleksi ketat menggunakan sistem double-blind peer review pada platform EDAS—yang melibatkan sekitar 200 reviewer dari 18 negara dan minimal tiga peninjau independen per artikel—panitia menetapkan tingkat penerimaan (acceptance rate) sebesar 46 persen. Sebanyak 100 artikel dinyatakan lolos untuk dipresentasikan, sementara 119 artikel lainnya dinyatakan gugur demi menjaga kualitas akademik serta reputasi ilmiah konferensi.

Ketua Pelaksana SIML 2026 sekaligus Ketua Program Studi Sistem Informasi UMS, Dr. Eng. Yusuf Sulistyo Nugroho, S.T., M.Eng., menjelaskan bahwa dari seluruh berkas yang masuk, bidang Machine Learning menduduki posisi sebagai topik yang paling diminati dengan kontribusi mencapai 149 artikel, disusul ketat oleh bidang Smart Computing dan Internet of Things (IoT). Menurutnya, fenomena ini merefleksikan urgensi teknologi kecerdasan buatan dan komputasi berbasis data dalam menjawab dinamika tantangan global saat ini.

“Perkembangan teknologi tidak hanya berfokus pada algoritma dan sistem, tetapi juga bagaimana teknologi tersebut memberikan dampak yang bermakna bagi masyarakat. Tema tahun ini mencerminkan pentingnya memastikan kemajuan teknologi tetap berorientasi pada kebutuhan manusia dan kemaslahatan sosial,” urai Yusuf dalam keterangannya pada Rabu (24/6/2026).

Guna membedah tema besar tersebut, SIML 2026 menghadirkan jajaran pakar internasional sebagai pembicara utama (keynote speakers). Di antaranya adalah Lukito Edi Nugroho dari Universitas Gadjah Mada (Indonesia), Raula Gaikovina Kula dari The University of Osaka (Jepang), Gunawan Ariyanto dari UMS (Indonesia), serta Sheng-Lung Peng dari National Taipei University of Business (Taiwan).

Pelaksanaan diseminasi riset dalam konferensi ini dibagi ke dalam tiga ruang paralel secara luring dan enam ruang paralel secara daring. Sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi ilmiah tepercaya, penyelenggara turut menganugerahkan sejumlah penghargaan prestisius, meliputi Best Paper Award, Best Student Paper Award, hingga Best Presenter Award pada masing-masing sesi paralel.

Sebagai terobosan baru, UMS turut meluncurkan ajang pendamping internasional bertajuk Student Poster and Article Research Competition (SPARK) 2026. Kompetisi perdana ini mengusung tema “Technology Innovation for Sustainable Communities and Communications” dan berhasil menjaring 65 karya inovatif dari 13 institusi pendidikan tinggi yang tersebar di empat negara. SPARK 2026 memfasilitasi riset lintas disiplin mahasiswa melalui dua kategori utama, yaitu Technological and Digital Innovation serta Communication Media and Digital Society.

Merespons keberhasilan dua event internasional tersebut, Rektor UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., menekankan bahwa lompatan teknologi digital, kecerdasan buatan, maupun big data wajib berjalan selaras dengan parameter etika, nilai kemanusiaan, keberlanjutan, serta kesejahteraan sosial.

“Kita sedang menyaksikan perkembangan luar biasa dalam kecerdasan buatan dan teknologi berbasis data. Namun, kemajuan tersebut harus tetap berpijak pada nilai-nilai kemanusiaan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Sebagai institusi pendidikan tinggi, UMS memikul tanggung jawab moral tidak hanya untuk melahirkan inovasi teknologi, melainkan juga memastikan inovasi itu mampu meningkatkan kualitas hidup, memperluas inklusi sosial, dan memecahkan problem riil masyarakat global,” tegas Harun.

Menutup momentum tersebut, Rektor menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh jajaran pembicara utama, komite pelaksana, mitra internasional, peninjau, serta partisipan yang telah menyukseskan SIML dan SPARK 2026. Ia berharap output dari forum ilmiah global ini mampu memberikan tiga dampak esensial bagi seluruh delegasi, yakni menjadi ruang yang bermakna (meaningful), menyenangkan (enjoyable), dan memberikan dampak luas (impactful) bagi peradaban.

Edukasi Pemulasaran Jenazah, PCA Gondangrejo Latih Warga Ledok

Edukasi Pemulasaran Jenazah, PCA Gondangrejo Latih Warga Ledok

muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR — Takmir Masjid Soffan yang terletak di Dusun Ledok, Kredowaho, sukses menyelenggarakan kegiatan pelatihan Rukti Jenazah pada Ahad (21/6/2026). Kegiatan religius dan sosial ini digelar atas kerja sama erat antara pihak takmir masjid dengan Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Gondangrejo.

Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang mendalam serta keterampilan praktis kepada warga mengenai tata cara pengurusan jenazah yang sesuai dengan tuntunan syariat Islam. Mengingat hukum pemulasaran jenazah adalah fardu kifayah, antusiasme masyarakat Dusun Ledok terbilang sangat tinggi untuk mempelajari ilmu tersebut.

Pemaparan Teori dan Simulasi Praktis

Untuk memastikan kualitas materi, acara tersebut menghadirkan dua narasumber yang ahli di bidangnya, yaitu Ibu Nanik Sugiyatmi, S.Pd.I., M.Pd. dan Ibu Indah Padmasari, S.Pd.I. Kedua narasumber menyampaikan materi secara komprehensif dan bertahap kepada para peserta.

Materi yang diajarkan meliputi seluruh rangkaian pemulasaran, yang terdiri dari: Tata cara memandikan jenazah, Teknik mengkafani jenazah dengan benar, Tata cara menyolatkan jenazah, dan Prosesi menguburkan jenazah sesuai syariat.

Selain mendapatkan pemaparan teori, para peserta juga diajak untuk melakukan simulasi atau praktik langsung. Langkah ini diambil agar warga memiliki rasa percaya diri yang tinggi dan siap ketika sewaktu-waktu dibutuhkan di lingkungan masyarakat mereka.

Dukungan Takmir dan Kemandirian Warga

Kelancaran seluruh rangkaian acara ini tidak lepas dari dukungan penuh pihak takmir masjid. Bapak Nasrullah selaku Takmir Masjid Soffan secara langsung membantu memfasilitasi dan mengondisikan jalannya acara dari awal hingga akhir.

Beliau menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada PCA Gondangrejo serta seluruh warga yang hadir. Nasrullah berharap pelatihan ini dapat memberikan dampak jangka panjang bagi lingkungan sekitar.

Melalui sinergi antara Masjid Soffan dan PCA Gondangrejo ini, kepedulian sosial dan pemahaman keagamaan masyarakat Dusun Ledok, Kredowaho, diharapkan semakin kuat, khususnya dalam menjalankan kewajiban terakhir terhadap sesama Muslim.