SMA Muhammadiyah Darul Arqom Karanganyar Gelar Screening Islamic Character dalam Rangka PPDB 2026/2027

SMA Muhammadiyah Darul Arqom Karanganyar Gelar Screening Islamic Character dalam Rangka PPDB 2026/2027

muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR — SMA Muhammadiyah Darul Arqom Karanganyar menggelar agenda Screening Islamic Character sebagai bagian krusial dalam rangkaian seleksi Penerimaan Murid Baru (PMB) untuk Tahun Ajaran 2026/2027. Kegiatan tersebut diselenggarakan langsung di lingkungan ruang kelas sekolah setempat pada Senin, 22 Juni 2026, dengan waktu pelaksanaan yang dimulai tepat pada pukul 07.30 WIB.

Pihak panitia penyelenggara membagi jalannya kegiatan ke dalam tiga sesi berkala guna menguji kompetensi dasar serta ketahanan spiritual dari seluruh calon peserta didik baru. Langkah taktis ini diambil demi menyaring calon siswa agar selaras dengan nilai-nilai dasar institusi.

Terkait dengan materi pengetesan, proses penilaian komprehensif bagi para calon murid tersebut diimplementasikan melalui skema berikut, Tahap pertama difokuskan pada pengujian kompetensi penguasaan Bahasa Arab dasar. Tahap kedua ditujukan untuk mengukur kualitas serta kuantitas hafalan ayat melalui materi Tahfidz Al-Qur’an. Tahap ketiga dilaksanakan guna menguji kemampuan teknis operasional dalam Baca Tulis Al-Qur’an (BTA). Tahap keempat difungsikan sebagai instrumen ukur standar dalam ranah akademik umum yang mencakup Literasi dan Numerasi.

Melalui standardisasi pengujian tersebut, otoritas SMA Muhammadiyah Darul Arqom Karanganyar berupaya memastikan bahwa setiap calon siswa yang mendaftar tidak hanya memiliki kemampuan akademik dasar yang memadai, melainkan juga fondasi karakter keislaman yang kokoh sesuai tuntunan visi dan misi jaringan sekolah Muhammadiyah.

Guna menjaga kualitas mutu pengujian, agenda screening ini melibatkan jajaran tim pemateri ahli berskala nasional maupun internasional. Tercatat nama Syaikh Aminu yang berasal dari Nigeria, Syaikh Hussain dari Palestina, serta Ustadz Rosyid Abdul Jamil yang bertindak dalam kapasitasnya sebagai Wakil Kepala Sekolah Bidang ISMUBA, hadir mengisi ruang-ruang pengujian. Kehadiran para ulama dan akademisi internasional ini sengaja dihadirkan untuk menyuntikkan atmosfer keilmuan yang lebih mendalam, inklusif, sekaligus inspiratif bagi para peserta didik baru.

Dengan suksesnya pelaksanaan Screening Islamic Character ini, SMA Muhammadiyah Darul Arqom Karanganyar kembali mempertegas komitmen jangka panjang kelembagaannya dalam mencetak generasi penerus bangsa yang Qur’ani, berwawasan global, berakhlak mulia, serta memiliki kesiapan penuh dalam menghadapi dinamika tantangan zaman.

Milad ke-5 MIM AKA Mojogedang, UMS Dukung AKA Fun Run 2026

Milad ke-5 MIM AKA Mojogedang, UMS Dukung AKA Fun Run 2026

muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA — Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) turut serta memberikan dukungan penuh pada puncak perayaan Milad ke-5 Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Akhlaqul Karimah (MIM AKA) Mojogedang melalui agenda AKA Fun Run yang dilaksanakan pada Minggu (21/6/2026). Agenda olahraga bersama ini berhasil menjaring keterlibatan hampir 500 peserta sekaligus menjadi momentum penguatan gaya hidup sehat dan sarana mempererat sinergi antara lingkungan sekolah, warga sekitar, serta perguruan tinggi.

Kompetisi lari santai ini mengambil titik awal dan pemberhentian akhir tepat di depan bangunan gerbang MIM Akhlaqul Karimah Mojogedang. Berdasarkan data di lapangan, hampir 500 peserta yang memadati rute terdiri dari 1) kalangan murid madrasah, 2) wali murid yang mendampingi, 3) dewan guru beserta karyawan, hingga 4) masyarakat umum yang datang dari berbagai wilayah di Solo Raya. Seluruh anak-anak yang berpartisipasi tampil dengan penuh keceriaan serta menjunjung tinggi nilai sportifitas dengan tetap menyelaraskan adab islami di sepanjang jalur lintasan. Kegiatan ini diselenggarakan bukan sekadar sebagai ajang persaingan fisik, melainkan wujud implementasi visi madrasah dalam mencetak generasi mukmin yang kuat dalam aspek iman, ilmu, dan ketahanan jasmani.

Kemeriahan perayaan ini ditopang oleh kolaborasi teknis dari berbagai pihak, di mana mahasiswa Pendidikan Jasmani UMS diterjunkan langsung untuk mengawal jalannya kegiatan serta memimpin sesi pemanasan fisik. Dari sisi keamanan, pengondisian arus rute dikawal ketat oleh personel Kokam Mojogedang dan Karanganyar bersama warga, dengan dukungan birokrasi dari Pemerintah Desa serta Kecamatan Mojogedang. Sejumlah jajaran tokoh juga terpantau hadir langsung di lokasi, meliputi Camat Mojogedang, Kepala Desa Mojogedang, jajaran Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Mojogedang, Polsek Mojogedang, Pengawas MI Kabupaten Karanganyar, hingga Rektor UMS.

Rektor UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., yang juga merupakan Founder MIM Akhlaqul Karimah Mojogedang, menggarisbawahi urgensi pemeliharaan kesehatan yang bersifat holistik. Menurut pandangannya, kesehatan sejati tidak boleh hanya bertumpu pada ketahanan fisik semata, melainkan wajib menyentuh dimensi spiritual serta hubungan sosial masyarakat.

“Hidup sehat harus menyeluruh dalam segala aspek kehidupan. Sehat jasmani agar kita kuat beribadah, kuat menuntut ilmu, dan kuat berjuang untuk agama. Sehat rohani agar akhlak kita karimah. Sehat sosial agar kita kompak dan saling menguatkan dalam membangun umat. AKA Fun Run adalah simbol bahwa manusia tidak hanya cerdas pikirannya, tetapi juga sehat dan kuat fisiknya,” papar Harun, Senin (22/6/2026).

Selain memfasilitasi aktivitas fisik, panitia penyelenggara menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan secara cuma-cuma bagi warga sekitar. Program pengobatan preventif ini merupakan hasil kerja sama taktis antara Fakultas Kedokteran UMS dengan pihak Puskesmas Mojogedang 1 yang langsung diserbu oleh para peserta.

Pada penghujung acara, antusiasme massa mencapai puncaknya saat pengundian hadiah hiburan (doorprize) dilakukan, di mana UMS menyumbang tiga ekor kambing sebagai hadiah utama. Adapun hadiah berupa sepeda gunung yang menjadi komoditas paling dinanti berhasil dimenangkan oleh Adilla, siswa kelas 4 MIM AKA Mojogedang, yang diserahkan langsung oleh Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMS, Prof. Anam Sutopo. Pihak Kepala Madrasah pun menutup acara dengan menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh mitra strategis demi komitmen mencetak generasi Qurani yang berakhlak karimah. (ARP/Humas)

KKN FIK UMS Edukasi “Jogo Awak” Cegah Kekerasan Anak di TPA

KKN FIK UMS Edukasi “Jogo Awak” Cegah Kekerasan Anak di TPA

muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA — Kelompok 45 Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan program edukasi perlindungan diri bertajuk “Jogo Awak”. Kegiatan pengabdian masyarakat tersebut dilaksanakan di TPA Al-Hikmah Kauman, Dusun Kauman, Desa Wonorejo, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo.

Ketua KKN Tematik FIK UMS Kelompok 45, Muhammad Imam Baihaqi, menjelaskan bahwa inisiasi ini dilatarbelakangi oleh krusialnya pendidikan perlindungan diri sejak dini bagi anak-anak. Menurutnya, fenomena di lapangan menunjukkan bahwa masih banyak anak-anak yang belum memahami batasan tubuh mereka sendiri, serta belum mengerti cara membentengi diri dari perilaku tidak pantas ataupun ancaman kekerasan seksual.

“Melalui Jogo Awak, kami ingin memberikan pemahaman kepada anak-anak bahwa tubuh mereka berharga dan harus dijaga. Anak-anak juga perlu mengetahui bahwa mereka berhak mengatakan tidak terhadap sentuhan yang membuat mereka tidak nyaman serta berani meminta bantuan kepada orang dewasa yang dipercaya,” terang Baihaqi saat ditemui pada Senin (22/6/2026).

Agenda ini dijalankan secara kolaboratif oleh sepuluh mahasiswa FIK UMS, yakni Muhammad Imam Baihaqi, Miftahul Arifin, Adinda Rosvita Nazarina, Kayla Tsania Almaida, Wafiq Dwi Annirroh, Nury Widiana Putri, Meila Putri Azkania, Amanda Ryan Septy Nandita, Nikita Sheva Putri Ardianti, dan Yayang Rasyidah Thosa. Guna menyelaraskan dengan psikologi perkembangan usia peserta, metode yang diadopsi adalah Play-Based Learning atau pembelajaran berbasis permainan.

Respons komunal terhadap program ini berjalan dengan penuh antusias, di mana anak-anak TPA Al-Hikmah tampil aktif dalam menjawab pertanyaan, mengikuti permainan, serta berdiskusi mengenai penanganan situasi berisiko di kehidupan sehari-hari.

Anggota Kelompok 45, Miftahul Arifin, berharap luaran dari program “Jogo Awak” ini dapat memperkuat sinergi kesadaran antara anak, orang tua, dan lingkungan masyarakat. Pihaknya berharap anak-anak tidak sekadar tahu batas privasi, tetapi memiliki ketegasan sikap untuk berbicara, menolak perlakuan tidak pantas, dan segera melapor kepada figur dewasa yang mereka percayai.

(Yusuf/Humas)

Optimalkan Kampung Tani, Mahasiswa Psikologi UMS Gagas Catur Cerdas

Optimalkan Kampung Tani, Mahasiswa Psikologi UMS Gagas Catur Cerdas

muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA — Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Al-Ghozali Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) resmi meluncurkan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) bertajuk “Catur Cerdas”. Program pengabdian masyarakat ini mengusung misi menciptakan edukasi, resiliensi, digitalisasi, dan kemandirian melalui optimalisasi rasa memiliki (handarbeni) sebagai pendekatan untuk melestarikan (nguri-uri) Kampung Tani.

Acara peresmian dan pembukaan program tersebut berlangsung di Balai Desa Catur, Kecamatan Sambi, Kabupaten Boyolali, pada Kamis (18/6/2026). Sebanyak 47 peserta yang terdiri atas warga setempat, tim pelaksana, perwakilan organisasi mahasiswa, serta jajaran Direktorat Kemahasiswaan dan Pengembangan Talenta-Inovasi (DKPTI) UMS hadir langsung dan menandai dimulainya program lewat prosesi pemotongan tumpeng.

Ketua Tim PPK Ormawa IMM Al-Ghozali UMS, Musakinah Oktafira Aura Wijaya, menjelaskan bahwa pemilihan Desa Catur didasarkan pada besarnya potensi sumber daya alam dan manusia di wilayah tersebut, yang sekaligus berdampingan dengan tantangan pemberdayaan berkelanjutan. Melalui wawancara terpisah pada Senin (22/6/2026), Musakinah menjabarkan lima pilar utama yang menjadi fokus pergerakan Tim PPK Ormawa IMM Al-Ghozali UMS untuk membangun kemandirian warga, antara lain 1) penguatan literasi masyarakat secara menyeluruh, 2) pelaksanaan digitalisasi bagi para pelaku UMKM lokal, 3) peningkatan kesadaran mengenai pentingnya kesehatan mental, 4) pengembangan intensif pada sektor pertanian desa, serta 5) pelestarian kebudayaan lokal secara turun-temurun.

Ketua Umum IMM Al-Ghozali UMS, Muhammad Raihan Akbar, turut menegaskan bahwa esensi dari Catur Cerdas merupakan bentuk implementasi nyata dari pemberdayaan masyarakat yang mengutamakan kolaborasi antarpemerintah dan akademisi. Senada dengan hal tersebut, Camat Sambi, Dony Mahendra, menyambut positif inisiatif ini mengingat program pemberdayaan komprehensif berbasis mahasiswa masih tergolong baru di wilayahnya, namun diyakini mampu mengoptimalkan potensi alam Desa Catur yang dikenal subur.

Dari sisi universitas, Kasubdit Talenta, Inovasi, dan Prestasi DKPTI UMS, Ir. Muhammad Alfatih Hendrawan, S.T., M.T., memaparkan bahwa PPK Ormawa merupakan program resmi bentukan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Oleh karena itu, keberhasilan program ini memerlukan integrasi yang solid antara warga, pemerintah desa, dan kecamatan.

Alfatih menambahkan bahwa program pendampingan masyarakat ini akan berjalan intensif selama empat bulan ke depan. Melalui durasi tersebut, kegiatan ini diproyeksikan tidak hanya fokus pada peningkatan kapasitas kelembagaan mahasiswa, melainkan juga menajamkan keterampilan nonteknis (soft skills) dan teknis (hard skills) mahasiswa sekaligus memberikan dampak perubahan positif yang berkelanjutan bagi masyarakat sasaran.

Merespons antusiasme dan masukan dari para pemangku kepentingan selama acara pembukaan, Tim PPK Ormawa IMM Al-Ghozali UMS menyatakan komitmen penuhnya untuk menggandeng berbagai dinas terkait, praktisi profesional, serta narasumber ahli guna memaksimalkan target capaian program di lapangan. (Maysali/Humas)

Internasionalisasi Kampus: UMS Sukses Edukasi Hukum dan Budaya Batik di Vietnam

Internasionalisasi Kampus: UMS Sukses Edukasi Hukum dan Budaya Batik di Vietnam

muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA — Program Studi (Prodi) Ilmu Hukum Fakultas Hukum dan Ilmu Politik (FHIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melaksanakan rangkaian kegiatan International Exposure dan International Community Service di Vietnam pada 9-14 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen nyata institusi dalam memperluas jejaring akademik internasional sekaligus mendiplomasikan kebudayaan Indonesia di panggung global.

Agenda strategis tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Dekan I FHIP UMS, Dr. Syaifuddin Zuhdi, SH.I., MH.I., serta Ketua Gugus Penjaminan Mutu FHIP UMS, Hanifah Febriani, SH., LL.M. Kehadiran pimpinan fakultas ini mempertegas langkah UMS dalam memperkuat kolaborasi global di bidang tri dharma perguruan tinggi, yang meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Selama sepekan berada di Vietnam, delegasi mahasiswa dan dosen UMS mengikuti serangkaian aktivitas akademik di Tôn Đức Thắng University (TDTU), yang meliputi perkuliahan bersama, kuliah khusus, hingga penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) sebagai landasan penguatan kerja sama antarlembaga. Puncak dari penguatan relasi tersebut terjadi pada Jumat (13/6/2026), saat Prodi Ilmu Hukum UMS menggelar program Cultural Exchange dan International Community Service di Fakultas Hukum (Khoa Luật) TDTU. Acara ini secara apik mengintegrasikan aspek edukasi perlindungan hukum terhadap warisan budaya dengan praktik langsung di lapangan.

Dalam sesi pertukaran budaya, mahasiswa dari kedua negara saling mempresentasikan kekayaan daerah masing-masing. Perwakilan mahasiswa Fakultas Hukum TDTU memperkenalkan ragam kebudayaan, tradisi, serta kuliner khas Vietnam, sedangkan delegasi mahasiswa Ilmu Hukum UMS yang diwakili oleh Raffi Abhyasa Saputra dan Muhammad Thoriq Wibisono memaparkan eksotisme budaya Indonesia, khususnya dari Kota Surakarta sebagai salah satu pusat pertumbuhan dan perkembangan industri batik nasional.

Sebagai inti dari program pengabdian masyarakat internasional, tim dosen Ilmu Hukum UMS yang beranggotakan Syaifuddin Zuhdi, Hanifah Febriani, dan Muhammad RM Fayasy Failaq memberikan kuliah umum mengenai aspek hukum dan historis batik. Materi yang disampaikan meliputi 1) perlindungan hukum terhadap kekayaan intelektual komunal yang dimiliki oleh masyarakat Indonesia, 2) sejarah panjang batik sebagai salah satu objek budaya yang bernilai tinggi, 3) filosofi mendalam yang terkandung di balik setiap motif kain, dan 4) tata cara membatik yang sesuai dengan pakem tradisional.

Usai pemaparan materi teoretis, agenda berlanjut ke sesi praktikal berupa workshop membatik yang diikuti oleh 34 peserta dari civitas akademika TDTU. Seluruh peserta asing tersebut dibagi ke dalam empat kelompok kerja dengan didampingi langsung oleh lima mahasiswa Ilmu Hukum UMS, yakni Az Syahra Rachmayanti, Fateekah Aulia Hakam Majid, Restu Ramadhaniah Putri, Muhammad Thoriq Wibisono, dan Raffi Abhyasa Saputra.

Melalui pendampingan intensif ini, para mahasiswa Vietnam berkesempatan mempraktikkan langsung teknik menorehkan lilin malam menggunakan canting tradisional di atas lembaran kain berukuran 30 x 30 sentimeter yang telah digambari pola motif Batik Kawung dan Batik Parang. Setelah selesai, seluruh hasil karya kain batik beserta alat canting yang mereka gunakan diberikan secara cuma-cuma sebagai suvenir resmi untuk dibawa pulang.

Respons positif dan antusiasme tinggi ditunjukkan oleh para peserta dari TDTU selama mengikuti jalannya kegiatan. Suasana pembelajaran menjadi semakin interaktif dengan adanya sesi kuis berhadiah doorprize bagi mahasiswa yang aktif berpartisipasi.

Salah satu mahasiswi asal Vietnam, Nguyen Pham Phuong Hien, mengungkapkan kesan mendalamnya setelah mencoba seni tradisional ini untuk pertama kali. Ia mengakui bahwa pada awalnya menganggap teknik membatik cukup rumit untuk dilakukan, namun setelah mencobanya beberapa kali di bawah arahan mahasiswa pendamping, ia mulai memahami ritme dan caranya, sehingga menganggap aktivitas ini sebagai sebuah pengalaman yang sangat unik serta menarik. Tingginya ketertarikan peserta ini menjadi bukti bahwa seni membatik Indonesia memiliki daya tarik universal yang diakui dunia. (Fika/Humas)