Alumni UMS Bawa NutriAI ke Harvard Hackathon 2026, Tawarkan Solusi AI untuk Ahli Gizi

Alumni UMS Bawa NutriAI ke Harvard Hackathon 2026, Tawarkan Solusi AI untuk Ahli Gizi

muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA – Startup health-tech asal Indonesia, NutriAI, sukses tampil di ajang Harvard Health Systems Innovation Lab (HSIL) Global Hackathon 2026 yang digelar pada 10–11 April 2026 di UCSI Hospital. Ajang internasional ini mempertemukan inovator teknologi kesehatan dari lebih dari 35 negara di lima benua.

NutriAI dipimpin oleh Saminur Fauzan, S.Gz., alumni Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), yang kini juga menempuh studi Master of Science in Clinical Nutrition di International Islamic University Malaysia. Ia membawa inovasi berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dirancang khusus untuk profesi gizi.

NutriAI merupakan produk dari PT NutriAI Indonesia Cerdas yang berdiri pada 27 Desember 2025 di Dharmasraya, Sumatera Barat. Startup ini mengembangkan sistem AI khusus untuk profesi gizi dengan menggabungkan keahlian klinis dan teknologi.

Momen NutriAI tampil di panggung global Harvard HSIL Hackathon 2026 di UCSI Hospital, Kuala Lumpur

Tim inti NutriAI terdiri dari tenaga profesional di bidang gizi dan teknologi, termasuk CTO berlatar belakang ilmu komputer dari UMS. Namun, pada kompetisi ini, NutriAI menjadi salah satu dari dua tim asal Indonesia yang berlaga di hub Malaysia bersama sekitar 20 tim dari berbagai negara seperti Malaysia, India, Korea Selatan, dan Thailand. Satu tim lainnya berasal dari Universitas Andalas.

HSIL Hackathon sebagai kompetisi tahunan yang diinisiasi oleh Harvard T.H. Chan School of Public Health mengusung tema tahun ini “Building High-Value Health Systems: Leveraging AI”. Peserta ditantang merancang dan mempresentasikan solusi teknologi kesehatan berbasis AI dalam waktu dua hari.

“Kompetisi berlangsung secara bertahap, mulai dari seleksi di tingkat hub hingga tahap global yang mempertemukan finalis terbaik di hadapan investor internasional,” ungkap Saminur Fauzan saat dimintai keterangan, Rabu, (15/4).

NutriAI hadir sebagai AI Workflow Engine pertama di Indonesia yang dirancang khusus untuk ahli gizi dan dietisien. Platform ini mengintegrasikan tiga fitur utama, yakni AI NCP Generator, AI Menu Diet, serta sistem manajemen pasien terintegrasi.

HSIL 7th Edition Hackathon

Melalui teknologi ini, kata Saminur, proses administrasi yang biasanya memakan waktu berjam-jam dapat diselesaikan dalam hitungan menit. Hal tersebut memungkinkan tenaga gizi lebih fokus pada pelayanan pasien dibanding pekerjaan administratif.

“Berbeda dari banyak peserta lain yang masih berada pada tahap konsep, NutriAI telah memiliki pengguna dan pendapatan. Saat ini, platform tersebut telah digunakan oleh 116 ahli gizi dan dietisien di Indonesia dengan skema berbayar, tanpa biaya akuisisi iklan,” paparnya.

Selain itu, sebanyak 125 profesional tercatat dalam daftar tunggu untuk versi Pro yang dijadwalkan meluncur pada 19 April 2026 melalui platform nutriaipro.id.

Dalam sesi presentasi berdurasi tiga menit, Saminur menampilkan live demo langsung dari platform NutriAI. Ia memperagakan bagaimana sistem mampu menghasilkan dokumen Nutrition Care Process (NCP) secara otomatis dari data pasien dalam hitungan detik.

Pendekatan ini menjadi pembeda signifikan, mengingat sebagian besar tim lain masih menampilkan konsep atau prototipe.

NutriAI mengangkat isu kekurangan tenaga kesehatan dengan pendekatan bahwa AI tidak menggantikan peran tenaga medis, melainkan meningkatkan kapasitas kerja mereka.

“NutriAI memperoleh respons positif dari dewan juri internasional. Masukan yang diberikan antara lain pentingnya memperkuat keunggulan kompetitif serta mempercepat ekspansi pasar,” terangnya.

Saminur menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam ajang ini menjadi bukti bahwa inovasi anak bangsa mampu bersaing secara global.

“NutriAI bukan sekadar aplikasi, tetapi misi untuk mentransformasi cara kerja lebih dari 100 ribu ahli gizi di Indonesia agar lebih fokus pada pasien,” ujarnya.

Ke depan, NutriAI menyiapkan sejumlah langkah strategis, mulai dari peluncuran versi Pro, pilot project di jaringan rumah sakit Muhammadiyah, hingga ekspansi ke wilayah Asia Tenggara. (Fika/Humas)

DKPTI UMS Targetkan Delegasi Unggul di KBMK 2026, Siap Bersaing di Tingkat Nasional

DKPTI UMS Targetkan Delegasi Unggul di KBMK 2026, Siap Bersaing di Tingkat Nasional

muhammadiyahkarangayar.or.id,SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id terus mematangkan persiapan mahasiswa dalam menghadapi Kompetisi Bisnis, Manajemen, dan Keuangan (KBMK) 2026 melalui langkah strategis yang telah dimulai sejak awal April lalu.

Upaya tersebut dilakukan Direktorat Kemahasiswaan dan Pengembangan Talenta Inovasi (DKPTI) UMS dengan menggelar sosialisasi sebagai tahap awal penjaringan sekaligus pembekalan peserta yang akan mengikuti seleksi tingkat universitas.

“Antusiasme mahasiswa UMS pada KBMK tahun ini menunjukkan tren positif yang mencerminkan kesiapan mahasiswa untuk bersaing di tingkat nasional,” ungkap Direktur DKPTI UMS, Ir. Ahmad Kholid Alghofari, S.T., M.T., saat ditemui pada Rabu, (15/4).

Ia juga menyoroti capaian UMS pada KBMK Dikti 2025 yang berhasil menembus semifinal nasional. Prestasi tersebut dinilai menjadi pijakan penting untuk mendorong capaian yang lebih tinggi pada kompetisi tahun ini.

Sementara itu, panitia pelaksana, Siti Azizah Susilawati, S.Si., M.P., Ph.D., menjelaskan bahwa DKPTI saat ini tengah menyusun linimasa seleksi internal dengan mengacu pada panduan resmi dari Belmawa.

“Proses seleksi internal ini dirancang untuk memastikan setiap proposal yang diajukan mahasiswa memiliki kualitas yang kompetitif dan sesuai dengan standar penilaian nasional,” kata Azizah.

Berdasarkan data sementara, jumlah pendaftar KBMK UMS 2026 telah mencapai 290 mahasiswa, dengan dominasi peserta dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), serta partisipasi dari berbagai fakultas lain di lingkungan UMS.

Dalam pembekalan yang telah dilakukan, narasumber Dr. Aflit Nuryulia Praswati, S.E., M.M., CMAg., memaparkan lima bidang utama yang dilombakan, yakni Perencanaan Bisnis, Karya Tulis Ilmiah, Riset Investasi, Audit Investigatif, dan Komersialisasi.

Ia menekankan pentingnya inovasi, ketajaman analisis, serta relevansi ide terhadap kebutuhan industri sebagai faktor utama dalam memenangkan kompetisi.

Selain itu, DKPTI UMS juga membuka ruang konsultasi dan pendampingan bagi mahasiswa selama proses penyusunan proposal hingga tahap seleksi, guna memastikan kesiapan delegasi yang akan dikirim.

Sebagai informasi, rangkaian persiapan ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan sosialisasi KBMK 2026 yang telah digelar pada Jumat (10/4) secara daring, sebagai langkah awal UMS dalam menyiapkan delegasi terbaik menuju ajang nasional. (Yusuf/Humas)

HMP PAI UMS Bedah Fenomena ‘Login Muhammadiyah’, Bukti Kemandirian Organisasi bagi Gen Z

HMP PAI UMS Bedah Fenomena ‘Login Muhammadiyah’, Bukti Kemandirian Organisasi bagi Gen Z

muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA – Kemandirian dan sikap adaptif Muhammadiyah berhasil menarik minat 89 persen generasi muda untuk bergabung atau login ke Muhammadiyah. Fenomena tersebut diulas dalam Diskusi Akademik yang digelar Himpunan Mahasiswa Prodi Pendidikan Agama Islam (HMP PAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) di Hall Auditorium Mohammad Djazman.

Diskusi tersebut dipantik oleh dua mahasiswa aktif PAI UMS, yaitu Muhammad Faozan Syifaur selaku kader bidang Pengembangan Intelektual dan Keislaman (PIK) dan Khoirul Ibadi Pinem sebagai Ketua Bidang Kaderisasi HMP PAI UMS.

Diskusi diawali dengan pembahasan mengenai arti login Muhammadiyah. Muhammad Faozan menjelaskan bahwa login Muhammadiyah adalah fenomena ketika seseorang masuk ke dalam mode berislam ala Muhammadiyah.

“Login muhammadiyah dapat diibaratkan seakan-akan anda masuk ke dimensi Ke-Muhammadiyahan,” jelasnya, Rabu (15/4).

Dalam hal ini, Muhammadiyah dianggap sebagai organisasi yang cocok dengan interpretasi anak-anak muda sekarang yang cenderung lebih memilih sistem organisasi yang simpel, akurat, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Faozan juga mengungkapkan bahwa login Muhammadiyah terbagi dalam dua kategori, yakni login kultural dan login struktural. ​”Login kultural simpelnya seperti identitas digital dan kesamaan pola pikir dalam beberapa konsep bermuamalah di Muhammadiyah,” jelas Faozan dalam diskusi tersebut.

Akan tetapi dukungan nyata kepada Muhammadiyah terlihat melalui login struktural dengan pendaftaran resmi Nomor Baku Muhammadiyah (NBM) melalui aplikasi MASA. Inilah yang disebut sebagai login struktural.

Menurut Faozan, minat anak muda ini bukan tanpa alasan kuat. Berdasarkan data Pusat Studi Kebijakan Publik (PSKP) UAD, sebanyak 89,4 persen anak muda menilai Muhammadiyah sebagai organisasi yang mandiri, adaptif, serta rasional.

Secara khusus, trend ini semakin menguat sejak momen penetapan Idul Fitri 1447 H yang sempat diwarnai propaganda larangan merayakan hari raya di luar keputusan pemerintah.

“Muncul sejak momen penetapan hari raya, ketika ramai perdebatan rukyat dan hilal serta adanya propaganda yang menyebut pengumuman selain pemerintah itu haram,” tambahnya.

Sementara itu, Khoirul Ibadi Pinem meninjau fenomena ini dari sisi penguatan institusi. Menurutnya, daya tarik Muhammadiyah di mata Gen-Z juga didorong oleh tiga fungsi utama lembaga pendidikannya.

Muhammadiyah dilihat dari fungsi pendidikan merupakan pusat integrasi ilmu modern dan Al-Qur’an yang solutif serta berkontribusi nyata bagi masyarakat. Sementara dalam fungsi dakwah disebut sebagai lembaga pendidikan berperan sebagai basis dakwah dan setiap aktivitas akademik wajib selaras dengan spirit dan cita-cita Muhammadiyah.

Selain itu, Muhammadiyah memiliki fungsi perkaderan yang ditujukan untuk menyiapkan generasi muda sebagai pewaris estafet kepemimpinan bangsa dan persyarikatan agar semangat perjuangan tetap berkelanjutan.

​”Lembaga pendidikan adalah kunci. Di sanalah nilai-nilai Muhammadiyah ditanamkan sehingga generasi muda merasa relevan untuk ‘login’ secara ideologis maupun struktural,” pungkas Khoirul

​Menurut Khoriul, diskusi di Hall Auditorium Mohammad Djazman ini menegaskan bahwa fenomena “Login Muhammadiyah” adalah buah dari konsistensi organisasi dalam menjaga kemandirian dan rasionalitas di tengah perubahan zaman. (Rahman/Affiq/Humas)

Prodi IQT UMS Raih Akreditasi Unggul BAN-PT, Bukti Kualitas Pendidikan Ilmu Al-Qur’an

Prodi IQT UMS Raih Akreditasi Unggul BAN-PT, Bukti Kualitas Pendidikan Ilmu Al-Qur’an

muhammadiyahkaranganyar.or.id,SURAKARTA – Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IQT) S1 Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) resmi meraih akreditasi unggul berdasarkan keputusan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) yang berlaku sejak 8 April 2026 hingga 8 April 2031. Capaian ini menjadi tonggak penting setelah sebelumnya prodi tersebut berada pada peringkat akreditasi B.

Kepala Prodi IQT UMS, Dr. Kharis Nugroho, Lc., M.Ud., menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya atas pencapaian tersebut.

“Keberhasilan ini bukanlah hasil kerja individu, melainkan buah dari kolaborasi berbagai pihak. Mulai dari universitas, fakultas, dosen, mahasiswa, alumni, hingga mitra kerja sama yang turut memberikan dukungan, termasuk melalui testimoni positif dari para pengguna lulusan,” ujarnya, Rabu, (15/4).

Menurutnya, predikat unggul merupakan capaian yang telah lama diupayakan dan akhirnya dapat terwujud.

“Saya berharap akreditasi unggul ini mampu meningkatkan kepercayaan publik terhadap Prodi IQT UMS, sekaligus mendorong peningkatan jumlah mahasiswa baru serta kualitas pembelajaran yang semakin baik,” ungkapnya.

Kharis juga menjelaskan bahwa dalam proses akreditasi, prodi telah memastikan kriteria penilain telah terpenuhi.

“Dalam proses peningkatan akreditasi, prodi memastikan seluruh kriteria penilaian terpenuhi secara optimal. Hal tersebut mencakup penguatan sistem tata kelola, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta capaian prestasi dosen dan mahasiswa di tingkat nasional maupun internasional. Selain itu, pelaksanaan tridharma perguruan tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, juga terus ditingkatkan hingga menjangkau level internasional,” katanya.

Lebih lanjut, Kharis menjelaskan bahwa Prodi IQT UMS memiliki keunggulan dalam mencetak kader ulama, mufassir, dai, guru Al-Qur’an, hingga akademisi di bidang tafsir.

“Mahasiswa IQT tidak hanya dibekali teori, tetapi juga didorong untuk berkontribusi langsung di masyarakat. Bahkan, banyak mahasiswa yang telah aktif mengajar Al-Qur’an, mengelola lembaga pendidikan, hingga menulis karya keislaman sebelum mereka lulus,” jelasnya.

Kemudian Kharis juga menegaskan tentang ciri khas yang ada dalam prodi IQT UMS.

“Ciri khas lain dari prodi ini adalah pendekatan tafsir berbasis manhaj Muhammadiyah, khususnya melalui perspektif tafsir At-Tanwir. Pendekatan ini tidak hanya berfokus pada pemaknaan teks, tetapi juga mendorong implementasi nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sosial, ekonomi, dan keilmuan di masyarakat. Dengan demikian, Al-Qur’an diharapkan dapat hadir sebagai solusi atas berbagai persoalan kontemporer,” tegasnya.

Meski telah meraih akreditasi unggul, Kharis mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang dihadapi.

“Salah satunya tantangannya adalah peningkatan kualifikasi dosen, dimana masih ada dosen yang belum S3 atau sedang menempuh studi doktoral. Selain itu, penguatan kerja sama internasional juga menjadi fokus ke depan, khususnya dalam hal implementasi program seperti pertukaran mahasiswa, joint research, serta kolaborasi akademik dengan pakar Al-Qur’an dari berbagai negara,” terangnya.

Dalam pengembangan ke depan, Prodi IQT UMS juga mulai mengintegrasikan keilmuan tafsir dengan perkembangan teknologi. Mahasiswa diperkenalkan pada penggunaan teknologi seperti kecerdasan buatan dan analisis bibliometrik dalam studi Al-Qur’an. Langkah ini diharapkan mampu mempercepat akses terhadap referensi serta membantu memetakan dan menjawab persoalan-persoalan kontemporer secara lebih efektif.

Selain itu, pengembangan kurikulum akan terus dilakukan agar relevan dengan kebutuhan zaman. “Beberapa rencana yang tengah dipertimbangkan antara lain pengembangan metode pengajaran Al-Qur’an bagi penyandang disabilitas serta pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran, termasuk pengembangan aplikasi pembelajaran Al-Qur’an yang ramah bagi generasi muda,” tambahnya.

Terakhir, ia berharap capaian predikat unggul ini menjadi momentum untuk terus meningkatkan kualitas prodi sekaligus memperluas kontribusi nyata baik di ranah nasional maupun global.

“Semoga dengan capaian akreditasi unggul ini, IQT UMS mampu meningkatkan kualitas prodi juga kontribusinya di tengah masyarakat,” pungkasnya. (Adi/Humas)

Aset Dapensya UMS Tembus Rp252 Miliar, Manfaat Pensiun Karyawan Resmi Naik

Aset Dapensya UMS Tembus Rp252 Miliar, Manfaat Pensiun Karyawan Resmi Naik

muhammadiyahkaranganyar.or.id,SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Silaturahmi dan Halal Bihalal Purna Tugas pada Selasa (14/4) di Auditorium M. Djazman Kampus 1. Selain menjadi ajang mempererat hubungan dengan sekitar 300 pensiunan UMS dan yayasan, forum ini juga mengungkap kekuatan pengelolaan Dana Pensiun Syariah (Dapensya) UMS yang kini mencapai Rp252 miliar.

Direktur DAPENSYA UMS, Dr. Muchamad Iksan, S.H., M.H.., menegaskan bahwa dana tersebut dikelola secara profesional melalui berbagai instrumen investasi, termasuk sukuk (SBN), deposito, dan penyertaan langsung. Ia menyebut capaian ini mencerminkan komitmen UMS dalam menjamin kesejahteraan para purna tugas.

“Tujuan utama kegiatan ini adalah silaturahim untuk menghalalkan segala salah dan khilaf di antara kita. Kami juga mengucapkan terima kasih atas dukungan pimpinan universitas dan para mitra sehingga acara ini dapat berlangsung dengan lancar dan penuh kebersamaan. Selain itu, menurut kami tiap tahun manfaat pensiun akan mengalami kenaikan sekitar 5 persen,” ujar Iksan.

Ia menjelaskan, hingga saat ini Dapensya UMS telah melayani 1.119 peserta aktif dan 304 penerima manfaat pensiun. Menurutnya, skema pensiun ini dirancang berkelanjutan agar tetap memberikan manfaat optimal, meskipun kondisi ekonomi global mengalami fluktuasi.

“Dana yang kami kelola saat ini mencapai Rp252 miliar dan ditempatkan pada instrumen yang aman seperti sukuk negara, deposito, serta investasi langsung. Kami berharap hasil investasinya terus membaik agar manfaat yang diterima peserta juga meningkat,” jelasnya.

Kegiatan halal bihalal ini juga mendapat dukungan dari berbagai mitra, termasuk perbankan dan unit usaha UMS. Panitia menyiapkan 21 doorprize dan voucher belanja, serta dua unit sepeda dari pimpinan universitas sebagai bentuk apresiasi kepada para peserta.

Wakil Rektor II UMS bidang Keuangan, Investasi, dan Aset, Prof. Dr. Muhammad Da’i, S.Si., M.Si., Apt., dalam agenda Halal Bihalal Purna Tugas, Dapensya Ungkap Aset Rp252 Miliar dan Kenaikan Pensiun, Selasa (14/4)

Sementara itu, Wakil Rektor II UMS bidang Keuangan, Investasi, dan Aset, Prof. Dr. Muhammad Da’i, S.Si., M.Si., Apt., menekankan pentingnya peran purna tugas dalam mendukung keberlanjutan kampus di tengah persaingan perguruan tinggi yang semakin ketat. Ia menyebut UMS saat ini menghadapi tantangan yang berat, akibat meningkatnya kuota perguruan tinggi negeri.

“Kami mohon doa restu dan dukungan dari bapak dan ibu semua agar UMS terus tumbuh dan berkembang. Peran purna tugas tetap penting dalam mengenalkan UMS kepada masyarakat,” tuturnya.

Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMS Drs. H. Marpuji Ali, M.Si.,
dalam agenda Halal Bihalal Purna Tugas, Dapensya Ungkap Aset Rp252 Miliar dan Kenaikan Pensiun, Selasa (14/4)

Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMS Drs. H. Marpuji Ali, M.Si., menambahkan bahwa capaian dan keberlanjutan UMS tidak lepas dari kontribusi para dosen dan tenaga kependidikan, termasuk yang telah purna tugas. Ia menekankan pentingnya rasa syukur dan kebersamaan dalam menjaga keberlangsungan institusi.

Menurutnya, keberadaan Dapensya menjadi salah satu bentuk nyata perhatian UMS terhadap masa depan sivitas akademika. Dari modal awal sekitar Rp30 miliar, kini dana tersebut telah berkembang signifikan hingga ratusan miliar rupiah.

Acara ini ditutup dengan ikrar halal bihalal, pembagian doorprize, dan ramah tamah. Momentum ini tidak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga menegaskan komitmen UMS dalam menjaga kesejahteraan purna tugas melalui pengelolaan dana pensiun yang berkelanjutan dan adaptif. (ARP/Humas)