KabarMu
muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA — Tim Pengabdian kepada Masyarakat (Pengmas) Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Pelatihan Kebersyukuran bagi komunitas ibu rumah tangga (IRT) sekaligus pelaku usaha mikro di Kerdu Kepik, Wonogiri, Jawa Tengah, Jumat (10/7/2026). Kegiatan ini dirancang sebagai intervensi psikologis berbasis pendekatan keagamaan untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis serta ketahanan mental masyarakat.
Program yang berlangsung di kediaman warga bernama Iti Sapaah tersebut diikuti oleh 23 peserta. Seluruh peserta merupakan gabungan dari 13 anggota Kelompok Keluarga Sakinah (KKS) Manjung dan 10 anggota KKS Kerdu Kepik.
Ketua Tim Pengabdian Fakultas Psikologi UMS, Prof. Dr. Sri Lestari, S.Psi., M.Si., Psikolog., memandu langsung tiga sesi awal pelatihan. Dalam pemaparannya, ia mengajak peserta memahami makna mendalam dari kebersyukuran serta mengubah pola pikir negatif menjadi positif dengan memetakan berbagai karunia yang diterima sehari-hari, baik dari Allah SWT maupun perantara sesama manusia.

“Sebagai upaya membiasakan diri, kami juga memberikan tugas mandiri berupa pencatatan jurnal kebersyukuran yang sederhana. Kami meminta para ibu untuk konsisten menuliskan minimal tiga karunia positif yang diterima setiap harinya selama satu pekan berturut-turut,” ujar Sri Lestari, Senin (20/7/2026).
Pada sesi berikutnya, Asiyah Khoirun Nisa’, S.Psi., Psikolog., mengenalkan praktik relaksasi zikir untuk meredakan tekanan pikiran sekaligus menumbuhkan rasa syukur. Peserta diajak menyampaikan ungkapan terima kasih secara langsung kepada sesama anggota KKS, yang diwarnai suasana haru dan saling berpelukan saat mengungkapkan perasaan yang selama ini dipendam.
Sinergi pengabdian ini didukung penuh oleh kolaborasi lintas disiplin ilmu. Tim mahasiswa UMS yang terdiri atas Muhammad Adrian Habibie, Brilian Mustika Ayu Maharani (Psikologi), dan Lintang Nur Apriliani (Teknik Kimia) bertindak sebagai co-fasilitator. Kegiatan ini juga didampingi oleh Nining Sholikhah, S.E., M.Si. dari Politeknik Pratama Mulia Surakarta serta Dr. Siti Fatimah, S.Si., M.Sc. dari Teknik Kimia UMS.
Program ini menuai apresiasi tinggi dari para peserta. Perwakilan KKS Kerdu Kepik, Siti, mengaku puas dan merasakan manfaat nyata dari pelatihan tersebut. Apresiasi senada disampaikan perwakilan KKS Manjung, Ambar, yang menilai pelatihan ini membuka sudut pandang baru bahwa hal terkecil sekalipun dapat menjadi bahan untuk bersyukur.
Melalui program berkelanjutan ini, UMS berharap para anggota KKS di Wonogiri tidak hanya berdaya secara ekonomi melalui pengelolaan usaha, tetapi juga memiliki ketahanan psikologis yang kuat dalam menghadapi tantangan hidup sehari-hari.
KabarMu
muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA — Tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian Masyarakat (PKM-PM) HealSpace Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar pelatihan praktik langsung pembuatan pupuk organik vermikompos bagi penyandang disabilitas. Kegiatan ini bertempat di Desa Sambi, Kecamatan Sambi, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.
Mengusung pendekatan learning by doing, program ini menggandeng Komunitas Disabilitas Karya Manunggal sebagai mitra. Para peserta diajak mempraktikkan secara lengkap teknis pembuatan vermikompos hingga tahap penyemaian benih tanaman guna memberikan pengalaman sensorik dan penguatan psikologis.
Ketua Tim PKM-PM HealSpace UMS, Abqory Anis Subekti, menjelaskan bahwa metode pelatihan dirancang secara inklusif agar dapat diikuti dengan baik oleh peserta dengan disabilitas fisik maupun mental.
“Ketika mereka berhasil menyusun media vermikompos dan memasukkan benih sendiri, ada senyum kebanggaan dan rasa percaya diri yang muncul. Itulah inti dari penguatan psikologis yang ingin kami capai melalui program HealSpace ini,” terangnya, Senin (20/7/2026).
Pelatihan yang diselenggarakan di kediaman salah satu mitra, Bu Yani, memilih konsep lingkungan berbasis keluarga agar ramah dan mudah diakses. Di bawah pendampingan mahasiswa, peserta mempraktikkan pembuatan reaktor, pengaturan kelembapan media, pemberian sisa sayuran, hingga pelepasan cacing tanah sebagai agen pengurai.

Interaksi fisik dengan media tanah dan cacing tersebut difungsikan untuk menstimulasi motorik halus sekaligus memberikan efek terapeutik bagi stabilitas psikologis peserta. Selain vermikompos, tim UMS juga memberikan materi terapi hortikultura melalui pelatihan penyemaian benih sayuran dalam polybag untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab harian.
Inisiatif ini disambut positif oleh warga setempat. Yani, tuan rumah sekaligus orang tua dari anak penyandang disabilitas, mengapresiasi kehadiran para mahasiswa yang memberikan ruang aktivitas produktif bagi anak-anak disabilitas.
“Anak-anak menjadi punya kegiatan yang bermanfaat, mereka terlihat sangat senang bisa memegang tanah dan belajar menanam bersama kakak-kakak mahasiswa. Ini sangat membantu perkembangan mental dan keceriaan mereka,” ungkap Yani.
Sementara itu, Dosen Pembimbing Program, Siti Azizah Susilawati, S.Si., M.P., Ph.D., menilai pelaksanaan praktik langsung di lingkungan domestik warga merupakan langkah efektif dalam menerapkan teknologi tepat guna seperti Smart-Wicking dan vermikompos. Sinergi ini diharapkan menjadi modal bagi masyarakat untuk melanjutkan program secara mandiri secara berkelanjutan.
KabarMu
muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA — Jumlah pendaftar dalam Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Akademik 2026 di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menembus angka 25.832 pendaftar. Lonjakan angka ini membuat tingkat persaingan di sejumlah program studi (prodi) favorit semakin ketat.
Kasubdit Admisi dan Layanan Akademik Direktorat Akademik dan Admisi UMS, Ratnanto Fitriadi menjelaskan bahwa semakin tingginya persaingan di beberapa prodi disebabkan oleh sisa kuota penerimaan mahasiswa baru yang kini kian menipis.
“Alhamdulillah semakin meningkat peminatnya dilihat dari jumlah registernya,” ujar Ratnanto saat dihubungi pada Sabtu (18/7/2026).
Tingkat keketatan yang signifikan ini terlihat di sejumlah prodi populer, seperti Manajemen, Psikologi, Ilmu Hukum, Bisnis Digital, Kedokteran Umum, Kedokteran Gigi, dan Farmasi. Selain itu, tren kenaikan peminat juga tampak jelas pada prodi Teknik Informatika, Teknik Sipil, serta Teknik Industri.
Dari total 25.832 pendaftar yang masuk, tercatat sebanyak 6.258 calon mahasiswa telah resmi melakukan registrasi ulang. Pihak admisi UMS memperkirakan angka ini masih akan terus bertambah hingga penutupan periode PMB UMS pada 29 Agustus 2026 mendatang.
Saat ini, UMS masih membuka pendaftaran melalui beberapa jalur seleksi, yaitu jalur Rapor, Computer Based Test (CBT), dan Tes Online. Khusus untuk jalur CBT Online, pendaftaran dibuka guna memudahkan calon mahasiswa dari berbagai penjuru wilayah Tanah Air dan akan ditutup pada 21 Juli 2026.
“Kesempatan emas ini harus dioptimalkan agar jangan sampai ketinggalan mendaftar di UMS,” tegas Ratnanto.
Masyarakat dan calon pendaftar yang ingin mendapatkan informasi mendalam mengenai jadwal ujian serta mekanisme pendaftaran dapat mengakses portal resmi PMB UMS melalui tautan https://pmb.ums.ac.id/.
Menutup keterangannya, Ratnanto turut menyampaikan sambutan hangat kepada para calon mahasiswa baru yang siap melangkah ke tahap selanjutnya dalam Masa Taaruf PMB UMS 2026. “Selamat bergabung bagi GenMU 26, your future starts here,” pungkasnya.
KabarMu
muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA — Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar kegiatan Review dan Focus Group Discussion (FGD) Kurikulum Tahun 2026 pada Kamis (16/7/2026). Langkah strategis ini dilakukan untuk menyempurnakan kurikulum yang akan resmi diterapkan pada Tahun Akademik 2026/2027.
Pembaruan kurikulum tersebut dirancang agar makin relevan dengan dinamika dunia pendidikan, perkembangan ilmu pengetahuan, serta kebutuhan pasar kerja terkini.
Guna memantapkan penyusunan dokumen kurikulum, PBSI FKIP UMS menghadirkan Guru Besar Bidang Kurikulum Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Prof. Dr. Anas Ahmadi, M.Pd., sebagai narasumber utama. Dalam paparannya, Prof. Anas memberikan berbagai rekomendasi teknis terkait pengembangan kurikulum yang berorientasi pada kompetensi lulusan dan tuntutan dunia profesional.
“Penyesuaian kurikulum ini harapannya dapat berdampak bagi lulusan,” ujar Prof. Anas. Ia juga menekankan pentingnya menyusun struktur kurikulum secara proporsional agar antar-mata kuliah saling melengkapi. “Dalam penyusunan kurikulum ini hendaknya selalu memperhatikan keseimbangan dalam menyesuaikan tiap-tiap mata kuliah yang akan ditawarkan kepada mahasiswa sebagai bekal menghadapi dunia kerja yang nyata.”

Dekan FKIP UMS, Prof. Dr. Anam Sutopo, M.Hum., menegaskan bahwa revitalisasi kurikulum merupakan langkah krusial agar perguruan tinggi dapat terus mencetak lulusan yang sesuai dengan tantangan zaman.
“Revitalisasi kurikulum ini sangat penting untuk menyesuaikan permintaan mahasiswa dalam perkembangan lulusan di dunia kerja di era modern ini,” tutur Prof. Anam, Sabtu (18/7/2026).
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan fakultas dan program studi, di antaranya Wakil Dekan I FKIP UMS Dr. Miftakhul Huda, M.Pd., Kabid Pengembangan Kurikulum UMS Dr. Laili Etika Rahmawati, M.Pd., Kaprodi PBSI Yunus Sulistyono, Ph.D., Sekretaris Kaprodi Gallant Karunia Assidik, M.Pd., Ketua UPM Drs. Zainal Arifin, M.Hum., Kepala Laboratorium Dr. Main Sufanti, M.Hum., serta jajaran Guru Besar PBSI Prof. Dr. Ali Imron Al-Ma’ruf, M.Hum. dan Prof. Dr. Markhamah, M.Hum.
Untuk memastikan kesesuaian dengan kebutuhan lapangan, forum ini turut melibatkan pemangku kepentingan eksternal dari berbagai sektor. Di antaranya Kepala SMA Muhammadiyah 1 Surakarta Siti Lestari, M.Pd., Kabid Dinas Pendidikan Kota Surakarta Sutarmo, M.Pd., Kaprodi PBSI UAD Roni Sulistiyono, M.Pd., hingga Pimpinan Redaksi Solopos Media Group Syifaul Arifin, M.Kom., serta perwakilan alumni dan mahasiswa aktif.
Selama forum berlangsung, para peserta berdiskusi aktif membahas penguatan capaian pembelajaran, penyelarasan mata kuliah dengan kebutuhan industri, integrasi teknologi digital dan kecerdasan artifisial (AI), hingga pengembangan kompetensi abad ke-21.
Melalui penyempurnaan Kurikulum 2026 ini, PBSI FKIP UMS berkomitmen untuk mencetak lulusan yang unggul, profesional, dan berkarakter, yang siap berkiprah di bidang pendidikan, media, industri kreatif, maupun sektor profesional lainnya.
KabarMu
muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA — Program Studi Magister (S2) Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) meraih penghargaan bertaraf internasional Top Curriculum Innovation in PAI Study Program pada ajang Annual International Conference on Islamic Religious Education (AICIRE) 2026 di Bandung, yang berlangsung 14–16 Juli 2026.
Penghargaan yang tertuang dalam Certificate of Appreciation Nomor PPPAII/SERT/AICIRE/VII/2026/002 tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Perkumpulan Program Studi Pendidikan Agama Islam Indonesia (PPPAII), Prof. Dr. Eva Latipah, M.Si. Apresiasi ini diberikan atas keberhasilan UMS merancang kurikulum adaptif yang mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan perkembangan teknologi serta ilmu pengetahuan era global.
Ketua Program Studi S2 PAI UMS, Dr. Muh. Nur Rochim Maksum, S.Pd.I., M.Pd.I., menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan hasil komitmen berkelanjutan seluruh civitas akademika dalam merespons dinamika zaman tanpa meninggalkan asas keislaman.
“Penghargaan ini menjadi pengakuan bahwa inovasi kurikulum yang kami kembangkan memiliki relevansi dengan kebutuhan pendidikan Islam di tingkat global. Bagi kami, kurikulum bukan hanya dokumen akademik, tetapi menjadi instrumen strategis untuk melahirkan lulusan yang memiliki kedalaman keilmuan, karakter keislaman, kemampuan riset, serta kesiapan menghadapi tantangan masyarakat,” ujar Rochim, Sabtu (18/7/2026).
Rochim menjelaskan, pengembangan kurikulum S2 PAI UMS secara konsisten melibatkan evaluasi berkala, konsultasi dengan para pakar, pemangku kepentingan, alumni, hingga jejaring akademik internasional. Langkah internasionalisasi kurikulum ini ditempuh demi memastikan para lulusan tak hanya unggul di tingkat nasional, tetapi juga berdaya saing global sebagai pendidik, peneliti, dan pemimpin.
Konferensi internasional AICIRE 2026 sendiri mengusung tema “Transforming Islamic Religious Education for National Quality and Global Competitiveness”. Forum ini menjadi wadah kolaborasi bagi para akademisi, praktisi, dan pengelola prodi PAI mancanegara untuk bertukar gagasan mengenai transformasi pendidikan Islam yang inklusif, inovatif, dan berkelanjutan.
Melalui raihan prestasi di AICIRE 2026, UMS kian memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi yang konsisten mendorong mutu pendidikan berbasis nilai Islam, sekaligus memperluas kontribusi nyata dalam peta pendidikan Islam dunia.