UMS Lepas 1.217 Lulusan, Wisudawan Asal Zimbabwe Raih IPK 3,81

UMS Lepas 1.217 Lulusan, Wisudawan Asal Zimbabwe Raih IPK 3,81

muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA — Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali melepas putra-putri terbaiknya dalam Upacara Wisuda Program Sarjana, Magister, dan Doktor Periode IV Tahun Akademik 2025/2026. Prosesi tersebut digelar secara khidmat pada Sabtu (20/6/2026) dengan meluluskan total 1.217 wisudawan.

Dari keseluruhan lulusan yang dilepas, UMS mencatatkan pencapaian akademik yang impresif dengan rincian 625 wisudawan berhasil meraih predikat cumlaude. Selain itu, sebanyak 684 lulusan dinyatakan lulus melalui jalur inovatif Outcome Based Education (OBE).

Berdasarkan laporan akademik yang disampaikan oleh Wakil Rektor I Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan dan Pengembangan Talenta-Inovasi UMS, Prof. Ihwan Susila, S.E., M.Si., Ph.D., total 1.217 wisudawan pada periode ini terdiri atas: Program Sarjana (S1): 1.150 lulusan, Program Magister (S2): 57 lulusan, Program Doktor (S3): 10 lulusan.

Ihwan juga memaparkan rata-rata masa studi para lulusan yang dinilai sangat kompetitif, yakni program sarjana tercatat selama 3 tahun 11 bulan 20 hari. Sementara itu, program magister menempuh waktu 1 tahun 10 bulan 17 hari, dan program doktor diselesaikan dalam 3 tahun 2 bulan 2 hari.

“Dengan terselenggaranya wisuda kali ini pula, jumlah alumni UMS sejak berdiri 67 tahun lalu telah mencapai 181.761 alumni dari berbagai jenjang pendidikan. Jumlah yang sangat luar biasa,” ujar Ihwan penuh bangga sembari mengapresiasi kepercayaan yang diberikan para keluarga wisudawan kepada UMS.

Rektor UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati yang telah berhasil menyelesaikan pendidikan mereka. Ia menegaskan bahwa wisuda merupakan awal perjalanan baru bagi para lulusan untuk mengabdikan ilmu pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai yang diperoleh di bangku kuliah.

“Jadilah alumni yang mampu memberikan dampak bagi masyarakat dan bisa menjaga nama baik almamater,” pesan Rektor Prof. Harun.

Selain meluluskan mahasiswa dari berbagai penjuru tanah air, UMS juga menegaskan posisinya sebagai kampus berskala global dengan meluluskan 10 mahasiswa internasional. Para lulusan asing ini berasal dari Zimbabwe, Uganda, Thailand, India, Rwanda, Laos, Yaman, dan Guinea.

Apresiasi khusus diberikan kepada Panashe Ndlovu, wisudawan internasional asal Zimbabwe dari Program Studi Ilmu Komunikasi. Ia berhasil menjadi salah satu lulusan terbaik pada periode ini dengan raihan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,81.

“Di UMS, saya mendapatkan pengalaman belajar yang sangat transformatif. Saya belajar tidak hanya dari perkuliahan, tetapi juga dari berbagai kegiatan kemahasiswaan dan kehidupan sehari-hari di Surakarta. Waktu saya di sini membantu mengembangkan keterampilan yang dapat saya gunakan di berbagai bidang pekerjaan. UMS benar-benar menjadi rumah kedua bagi saya,” ungkap Panashe.

Tren Positif Penerimaan Mahasiswa Baru

Di samping melaporkan capaian para lulusannya, UMS juga merilis perkembangan terkini mengenai penerimaan mahasiswa baru untuk Tahun Akademik 2026/2027. Data ini menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan di UMS.

Hingga Sabtu, 20 Juni 2026 pukul 05.50 WIB, jumlah pendaftar calon mahasiswa baru di UMS dilaporkan telah mencapai angka 21.428 orang. Dari jumlah pendaftar tersebut, sebanyak 4.557 calon mahasiswa baru di antaranya sudah resmi melakukan registrasi. (Genis/Humas)

Tingkatkan Mutu Pendidikan, PCM Kebakkramat Gelar Pembinaan Guru dan Karyawan AUM Menuju Lembaga Unggul dan Berkemajuan

Tingkatkan Mutu Pendidikan, PCM Kebakkramat Gelar Pembinaan Guru dan Karyawan AUM Menuju Lembaga Unggul dan Berkemajuan

muhammadiyahkaranganyar.or.id, KEBAKKRAMAT, KARANGANYAR – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kebakkramat, Karanganyar sukses menyelenggarakan agenda strategis berupa “Pembinaan Guru dan Karyawan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM)” pada Sabtu (20/06/2026). Bertempat di Muhammadiyah Training Center (MTC) Sapen, Kebak, Kebakkramat, kegiatan ini mengusung tema “Pengembangan AUM Pendidikan Kebakkramat Menuju Lembaga yang Unggul dan Berkemajuan”.

Acara ini dihadiri oleh segenap jajaran Pleno PCM Kebakkramat, Kepala AUM, serta 50 guru dan karyawan AUM se-Kecamatan Kebakkramat.

Rangkaian acara diawali secara khidmat dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya serta Mars Muhammadiyah ‘Sang Surya’, dan dilanjutkan dengan sesi kepemimpinan serta pembinaan ideologi.

Dalam sambutannya, Ketua PCM Kebakkramat, Paryono, menekankan pentingnya loyalitas, komitmen, dan etos kerja yang tinggi dari seluruh elemen pengelola sekolah Muhammadiyah.

“Amal Usaha Muhammadiyah, khususnya di bidang pendidikan, harus menjadi garda terdepan dalam mencetak generasi yang cerdas dan berakhlak mulia. Seluruh guru dan karyawan dituntut untuk terus meningkatkan profesionalisme, menjaga integritas ideologi Muhammadiyah, serta berkolaborasi demi mewujudkan tata kelola institusi yang sehat dan dinamis,” tegas Paryono.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Karanganyar, Muhammad Arief Babhier, memberikan arahan pembinaan yang membakar semangat para peserta. Beliau mengingatkan bahwa mengajar di Muhammadiyah adalah bagian dari ladang dakwah amar ma’ruf nahi munkar.

“Pendidikan Muhammadiyah di Karanganyar, termasuk Kebakkramat, harus memiliki keunggulan kompetitif (competitive advantage). Kita harus bergerak cepat menuju lembaga yang unggul dan berkemajuan, tidak boleh berpuas diri dengan pencapaian saat ini. Penguatan aspek ideologi kemuhammadiyahan dan inovasi pembelajaran wajib berjalan beriringan,” jelas Muhammad Arief Babhier.

Pada momentum pembukaan ini, dilakukan pula penyerahan resmi Surat Keputusan (SK) Wakil Kepala Madrasah (Waka) MIM Nangsri oleh Romdloni.

Guna mewujudkan tema besar kegiatan, rilis mencatat dua materi inti yang disampaikan oleh narasumber ahli:

Sesi I: Pengembangan Sekolah – Disampaikan oleh Murfiah Dewi Wulandari, (Kaprodi PGSD FKIP UMS Surakarta), yang mengupas tuntas transformasi budaya mutu sekolah, inovasi kurikulum, dan penguatan kompetensi lulusan.

Sesi II: Tata Kelola AUM Pendidikan – Disampaikan oleh Sartini, (Kepala Sekolah MIM Karanganyar), yang membagikan praktik baik (best practices) tata kelola administrasi, transparansi keuangan, serta manajemen SDM sekolah yang modern.

Acara ditutup pada pukul 12.00 WIB dengan penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL) terukur yang dipandu oleh panitia agar hasil pembinaan ini segera diterapkan secara riil di satuan pendidikan masing-masing.

Kontributor :Agus S 085221302389

Tadabbur QS. Saba’ Ayat 2: Mengurai Perbedaan Makna Ar-Rahimul Ghafur dan Al-Ghafurur Rahim

Tadabbur QS. Saba’ Ayat 2: Mengurai Perbedaan Makna Ar-Rahimul Ghafur dan Al-Ghafurur Rahim

Penulis:

Jabbar Sambudi
Pengelola Sekolah Tabligh/ MTDK PDM Karanganyar

Ketika membaca Al-Qur’an, sering kali kita menemukan pasangan nama Allah yang sama berulang-ulang. Namun, bagi para ulama tafsir, tidak ada satu kata pun dalam Al-Qur’an yang ditempatkan secara kebetulan. Bahkan urutan nama-nama Allah yang tampak sederhana sekalipun mengandung pesan yang sangat dalam.

Salah satu contoh keindahan makna Asmaul Husna ini terdapat dalam Tafsir Surat Saba ayat 2. Allah SWT berfirman:

“Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar darinya, apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepadanya. Dan Dia Maha Penyayang lagi Maha Pengampun.” (QS. Saba’: 2).

Menariknya, pada ayat ini Allah menutup firman-Nya dengan nama: Ar-Rahīmul Ghafūr

Padahal yang lebih sering kita jumpai dalam susunan mushaf Al-Qur’an adalah Al-Ghafūrur Rahīm

Pertanyaannya, mengapa urutannya berbeda? Apakah sekadar variasi bahasa? Ataukah ada makna mendalam yang ingin Allah sampaikan kepada hamba-Nya?

Ketika Allah Mendahulukan Sifat Maha Pengampun (Al-Ghafur)

Salah satu contoh ayat yang sangat terkenal dengan susunan ini adalah Surat Az Zumar ayat 53. Allah SWT berfirman:

Artinya: “Katakanlah: Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Az-Zumar: 53)

Perhatikan konteks ayat ini. Surat Az Zumar ayat 53 dan artinya tersebut dengan tegas berbicara tentang manusia yang tenggelam dalam dosa dan telah melampaui batas. Manusia yang mungkin merasa dirinya terlalu banyak kesalahan sehingga hampir putus asa dari rahmat Allah.

Dalam kondisi spiritual yang rapuh seperti ini, kebutuhan pertama seorang hamba adalah ampunan. Karena itu, Allah mendahulukan sifat Maha Pengampun Allah SWT (Al-Ghafur). Setelah noda dosa dihapuskan, barulah seorang hamba dapat merasakan limpahan rahmat-Nya yang seutuhnya. Dengan kata lain, konteks pengakuan dosa membuat ampunan harus didahulukan. Maka sangat tepat jika Allah menutup ayat itu dengan Al-Ghafūrur Rahīm.

Ketika Allah Mendahulukan Sifat Maha Penyayang (Ar-Rahim)

Berbeda kontras dengan kandungan ayat di atas, Surat Saba ayat 2 tidak sedang berbicara tentang dosa-dosa manusia. Ayat ini berbicara tentang megahnya tatanan semesta. Tentang apa yang masuk ke dalam bumi, apa yang keluar darinya, apa yang turun dari langit, serta apa yang naik kembali kepada-Nya.

Para mufassir menjelaskan bahwa ayat ini menggambarkan keluasan ilmu Allah yang mengatur seluruh sistem kehidupan makhluk. Benih yang tertanam di dalam tanah, akar yang tumbuh, air hujan yang turun, tumbuhan yang berkembang, malaikat yang turun membawa perintah-Nya, hingga doa-doa yang naik ke langit, seluruh alam raya bergerak dalam pengawasan mutlak Allah SWT.

Di tengah pembicaraan tentang keteraturan alam semesta inilah Allah menutup ayat dengan Ar-Rahīmul Ghafūr (Maha Penyayang lagi Maha Pengampun). Mengapa sifat kasih sayang didahulukan? Karena konteksnya adalah rahmat Allah yang sedang bekerja aktif pada seluruh makhluk hidup.

Rahmat Allah Tidak Hanya untuk Manusia

Sering kali manusia merasa dirinya adalah pusat dari segala sesuatu (human-centered). Padahal ketika Allah berbicara tentang bumi dan langit dalam konteks tafsir Surat Saba ayat 2, Allah sedang menunjukkan bahwa rahmat-Nya mencakup seluruh alam semesta (rahmatan lil ‘alamin).

Rahmat Allah-lah yang menjaga burung yang terbang di udara, menghidupkan ikan di lautan, menumbuhkan pepohonan di hutan, mengalirkan sungai, menurunkan hujan, hingga mengatur ekosistem mikro yang memungkinkan kehidupan biologis berlangsung. Sebelum kita memikirkan diri kita sendiri, ternyata ada kasih sayang Allah yang sudah bekerja tanpa henti untuk seluruh makhluk-Nya. Karena itulah, dalam konteks alam raya, sangat sesuai jika Allah mendahulukan nama-Nya Ar-Rahim. Semesta ini berdiri kokoh di atas fondasi rahmat-Nya.

Pelajaran Kehidupan dari Arti Al Ghafur dan Ar Rahim

Dari perbedaan susunan redaksi yang sangat halus ini, kita bisa memetik pelajaran iman yang sangat mendalam:

  1. Saat Konteksnya Dosa Manusia: Allah mendahulukan ampunan (Al-Ghafūrur Rahīm) karena kita butuh dibersihkan dari dosa sebelum layak menerima rahmat-Nya di akhirat.
  2. Saat Konteksnya Semesta & Kehidupan: Allah mendahulukan kasih sayang (Ar-Rahīmul Ghafūr) karena seluruh kehidupan ini pertama kali tegak berdiri di atas pemeliharaan dan cinta-Nya.

Pembedaan ini mengingatkan kita bahwa ego manusia tidaklah mengitari pusat semesta. Kita bertahan hidup bukan semata-mata karena kehebatan atau teknologi kita, melainkan karena setiap detik Allah melimpahkan rahmat-Nya ke bumi dan langit.

Namun pada saat yang sama, kita tetaplah hamba yang fakir akan ampunan-Nya. Karena meskipun sifat Maha Penyayang Allah menjaga napas kita di dunia, hanya sifat Maha Pengampun-Nya yang dapat menyelamatkan kita saat kembali ke kampung akhirat kelak. Sungguh sebuah penutup ayat yang indah; rahmat-Nya menjaga kita untuk terus hidup, dan ampunan-Nya memberi kepastian harapan agar kita selamat di hadapan-Nya.

Bahas Capstone Design, Prodi Teknik Industri UMS Jadi Tuan Rumah Pertemuan BKSTI Korwil Jateng

Bahas Capstone Design, Prodi Teknik Industri UMS Jadi Tuan Rumah Pertemuan BKSTI Korwil Jateng

muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR — Program Studi (Prodi) Teknik Industri Fakultas Teknik (FT) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) resmi menjadi tuan rumah pertemuan Badan Kerjasama Penyelenggara Pendidikan Teknik Industri (BKSTI) Korwil Jawa Tengah. Pertemuan bertajuk Sharing Session Capstone Design dan Penelitian ini digelar untuk membahas standardisasi implementasi Capstone Design sebagai tugas akhir mahasiswa Teknik Industri.

Acara yang berlangsung pada Jumat (12/6/2026) tersebut bertempat di Ruang Seminar Lantai 5 Gedung Pascasarjana Fakultas Psikologi UMS, serta dihadiri oleh perwakilan dosen dan pengelola prodi Teknik Industri se-Jawa Tengah.

Capaian Strategis Teknik Industri UMS

Dekan FT UMS, Prof. Ir. Mochamad Solikin, Ph.D., menyambut baik penunjukan Teknik Industri UMS sebagai pusat pertemuan spesial ini. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi kepercayaan yang diberikan oleh pengurus BKSTI Jateng.

Solikin mengungkapkan bahwa meskipun Teknik Industri merupakan prodi paling bungsu yang berdiri di bawah naungan FT UMS, prodi ini telah mengantongi berbagai capaian luar biasa.

“Prodi Teknik Industri UMS di tahun 2026 ini telah membuka program magister. Di sisi lain, prodi ini juga meraih akreditasi IABEE (Indonesian Accreditation Board for Engineering Education) dan menjadi prodi pertama yang terakreditasi IABEE di FT UMS,” ujar Solikin, Jumat (12/6/2026).

Penyelarasan Standar Capstone Design di Jawa Tengah

Ketua BKSTI Korwil Jawa Tengah, Ir. Affan Rifa’i, S.T., M.T., menjelaskan bahwa forum ini dibentuk karena pemahaman detail mengenai penyelenggaraan Capstone Design belum tersebar secara merata di seluruh kampus wilayah Jawa Tengah. Melalui pertemuan ini, kampus-kampus yang telah mapan menerapkan kurikulum tersebut dapat bertindak sebagai mentor.

Affan memaparkan kondisi riil kesiapan institusi pendidikan tinggi di wilayahnya:

  • 70% Kampus: Telah mengimplementasikan sistem Capstone Design.

  • 30% Kampus: Masih memerlukan pendampingan dan penyamaan persepsi standar kualitas.

“Lewat sharing pengalaman, ide, dan berbagai capaian, pelaksanaan Capstone Design diharapkan dapat diduplikasi dan dikembangkan secara optimal serta berkualitas di masing-masing kampus yang ada,” terang Affan.

Transformasi ke Penilaian Berbasis OBE

Dalam sesi pemaparan materi, perwakilan dari Universitas Sebelas Maret (UNS), Dr. Ir. Eko Liquiddanu, S.T., M.T., menegaskan pentingnya mengubah paradigma penilaian tradisional ke arah Outcome-Based Education (OBE). Menurut Eko, dunia kerja saat ini menjadikan pengalaman dan penguasaan kompetensi nyata sebagai penentu utama seleksi. Penilaian OBE dinilai paling akurat dalam mengukur kapasitas kompetensi riil mahasiswa.

Menanggapi hal tersebut, Kaprodi Teknik Industri UMS, Siti Nandiroh, S.T., M.Eng., membagikan skema yang diterapkan di UMS. Kurikulum Capstone Design di UMS sendiri diadopsi berdasarkan rekomendasi langsung dari tim asesor saat proses akreditasi, yang ditempatkan pada semester tujuh dan delapan.

Tujuan utama program ini adalah melatih mahasiswa menyelesaikan problematika dunia industri secara holistik, multidisiplin, dan terintegrasi—mulai dari tahap pengembangan produk hingga tata kelola operasional bisnis.

Siti menerangkan pembagian fokus praktikum di Teknik Industri UMS:

  • Semester Tujuh: Mahasiswa difokuskan pada perencanaan sebuah produk.

  • Semester Delapan: Mahasiswa difokuskan pada perancangan tata letak fasilitas industri.

Untuk menjaga objektivitas dan kualitas lulusan, UMS menerapkan empat kriteria penilaian ketat, yang meliputi penilaian individu, penilaian kelompok, peer-assessment (penilaian antar-rekan sejawat), hingga stakeholder assessment (penilaian dari pemangku kepentingan industri).

KKN Tematik FIK UMS Sasar 6 Kecamatan di Sukoharjo, Ini Pesan Rektor

KKN Tematik FIK UMS Sasar 6 Kecamatan di Sukoharjo, Ini Pesan Rektor

muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR — Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menegaskan bahwa keberhasilan Kuliah Kerja Nyata (KKN) tidak lagi sekadar diukur dari tuntasnya pelaksanaan program kerja, melainkan dari kedalaman dampak dan kebermanfaatan nyata yang berhasil dibangun mahasiswa di tengah masyarakat.

Pesan kuat tersebut disampaikan langsung oleh Rektor UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., dalam agenda Pengarahan dan Serah Terima Peserta KKN Tematik Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Tahun 2026 yang berlangsung pada Jumat (12/6/2026) di Ruang Seminar Dr. H. Syamsudin, Lantai 8 Gedung Ahmad Syafi’i Ma’arif, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UMS.

Terjunkan 630 Mahasiswa Kesehatan di Sukoharjo

Program pengabdian masyarakat kali ini menggerakkan sebanyak 630 mahasiswa yang berasal dari empat program studi di bawah naungan FIK UMS, meliputi:

  • Program Studi Ilmu Keperawatan

  • Program Studi Fisioterapi

  • Program Studi Kesehatan Masyarakat

  • Program Studi Ilmu Gizi

Seluruh peserta dijadwalkan melaksanakan KKN Tematik selama dua pekan, yakni mulai tanggal 15 hingga 27 Juni 2026. Untuk lokasinya sendiri, para mahasiswa akan disebar di puluhan desa yang terletak di enam wilayah kecamatan di Kabupaten Sukoharjo. Dalam pelaksanaannya, mereka akan bermitra langsung dengan perangkat desa setempat serta Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM).

Membawa Misi Filosofis “PT IAM UU”

Sebagai kompas utama mahasiswa saat berinteraksi di lapangan, Rektor UMS memperkenalkan formula filosofis yang disebut “PT IAM UU”. Formula ini merupakan akronim strategis dari nilai-nilai dasar pergerakan akademisi Muhammadiyah:

Pengabdian, Transendensi, Ilmu, Amal, Manfaat, dan Urip Urup (hidup yang menyalakan kemanfaatan bagi lingkungan sekitar).

“Ilmu yang didapat di kampus akan menjadi seperti pohon tanpa buah jika tidak diamalkan. Karena itu ilmu harus didaratkan dan diterapkan agar memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegas Prof. Harun di hadapan ratusan mahasiswa dan tamu undangan.

Harun juga mengingatkan pentingnya aspek komunikasi sosial selama masa KKN. Dirinya meminta mahasiswa mengedepankan pendekatan human relationship, menjaga tata krama, serta menghormati tokoh-tokoh lokal demi kelancaran kolaborasi di lapangan.

Menjaga Integritas dan Akhlak Institusi

Sejalan dengan arahan Rektor, Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMS, Drs. H. Marpuji Ali, M.Si., turut mengimbau mahasiswa untuk senantiasa mengawal akhlakul karimah serta nama baik universitas. Marpuji menekankan bahwa pengalaman empiris di lapangan adalah instrumen krusial untuk menyempurnakan bekal teori dari bangku kuliah sekaligus menempa mentalitas tenaga kesehatan yang profesional.

Sambut hangat juga datang dari Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Sukoharjo, H. Djumari, S.Ag., M.Si. Ia mengajak mahasiswa untuk memanfaatkan momentum KKN ini sebagai laboratorium sosial dan ruang belajar bermasyarakat yang sesungguhnya. Djumari berpesan agar seluruh peserta memegang teguh amanah, menjaga tutur kata yang santun, serta membangun hubungan harmonis dengan segenap elemen warga lokal.

Melalui sinergi keilmuan, integritas akhlak, dan determinasi pengabdian tersebut, UMS memproyeksikan kehadiran para mahasiswa ini mampu meninggalkan legasi positif bagi terciptanya masyarakat Sukoharjo yang lebih sehat, berdaya, dan berkemajuan.