IMM FIK UMS Gelar Seminar Strategi Pemberdayaan Perempuan di Era Globalisasi

IMM FIK UMS Gelar Seminar Strategi Pemberdayaan Perempuan di Era Globalisasi

muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA – Dalam rangka menyemarakkan Milad Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) yang ke-62, Pimpinan Komisariat (PK) IMM Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Seminar Inspirasi Keperempuanan pada Minggu, (12/4) bertempat di Auditorium Moh. Djazman Kampus 1 UMS.

Bertemakan “Healing the Nation: Perempuan, Empati, dan Transformasi Peradaban di Tengah Arus Globalisasi,” kegiatan ini menghadirkan narasumber utama, yaitu drg. Hanum Salsabiela Rais, M.B.A., berbekal pengalaman nyata yang ia miliki, Hanum mengajak peserta belajar dari pengalaman, dan keberhasilan yang telah ia capai.

Dalam sambutannya, Nur Azizi, selaku Ketua Panitia, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi. Menurutnya, Milad IMM ke-62 menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi antaranggota.

“Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang menyelenggarakan dan membantu terselenggaranya acara ini. Acara ini bukan sekedar seremonial tetapi juga mempererat tali silaturahmi, semoga bermanfaat dan memberikan kesan baik bagi kita semua.” terangnya, Senin, (13/4).

Faizal Aulia Ramadhani, selaku Ketua Umum PK IMM FIK UMS, dalam sambutannya menegaskan pentingnya tema yang diangkat pada seminar kali ini, karena di Indonesia masih banyak budaya patriarki.

“Tema ini juga bermanfaat untuk laki-laki, karena masih banyak ditemukan di Indonesia laki-laki yang memiliki sifat patriarki. Juga banyak perempuan yang belum bisa menyalurkan suaranya, dan itu perlu diselesaikan saat ini,” ungkapnya.

Selaras dengan hal itu, Wakil Dekan III FIK, Noor Alis Setiyadi, S.KM., M.K.M, Ph.D., dalam sambutannya memberikan pandangan terkait peran strategis perempuan terhadap masyarakat.

“Adanya perempuan memperkokoh suatu bangsa dan negara. Hebatnya negara sebagaimana hebatnya perempuan, hebatnya keluarga sebagaimana hebatnya perempuan,” pungkasnya.

Dalam materinya drg. Hanum Salsabiela Rais, M.B.A., menekankan pada pemberdayaan perempuan, dan pentingnya menjaga identitas di tengah arus globalisasi.

“Perempuan harus lebih rentan dalam memperjuangkan cita-cita. Paspor global sekarang bukanlah dari hijab atau dari keturunan manakah kita berasal melainkan dari kompetensi, dan saya sudah membuktikan,” tuturnya.

Hanum juga memotivasi peserta terkait peran perempuan dalam membangun peradaban yang berkemajuan di era globalisasi.

“Menjadi fungsional bukan dilihat dari diri kita terhadap mimpi yang telah kita capai, tapi dilihat dari seberapa bermanfaat kita terhadap orang lain,” pungkasnya.

Peserta didorong untuk tidak hanya menjadi individu yang adaptif terhadap perubahan, tetapi juga mampu melawan dan merubah dengan membawa nilai-nilai kebaikan.

Dengan demikian, seminar ini diharapkan mampu membangun kesadaran dan menginspirasi peserta agar mampu menjadi pribadi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berempati, berkarakter, dan siap berkontribusi dalam memajukan peradaban. (Zahfa/Adi/Humas)

UMS Beri Potongan Dana Pengembangan 50% untuk Pendaftar Prodi AI, Cek Syaratnya!

UMS Beri Potongan Dana Pengembangan 50% untuk Pendaftar Prodi AI, Cek Syaratnya!

muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memberikan potongan dana pengembangan hingga 50 persen bagi calon mahasiswa yang mendaftar Program Studi Artificial Intelligence (AI).

Direktur Direktorat Akademik dan Admisi UMS, Dr. Triyono, S.E., M.Si., menyampaikan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari upaya percepatan transformasi teknologi dan peningkatan literasi digital.

Ia menjelaskan bahwa UMS menyediakan kuota khusus sebanyak 40 calon mahasiswa untuk mendapatkan program potongan tersebut.

“Ini merupakan kesempatan yang sangat baik bagi calon mahasiswa untuk masuk ke bidang teknologi masa depan dengan dukungan biaya yang lebih ringan,” ujarnya saat ditemui pada Senin, (13/4).

Triyono menuturkan bahwa program ini juga ditujukan secara khusus bagi sekolah-sekolah terpilih. Setiap sekolah hanya akan mendapatkan kuota terbatas, yakni sekitar dua hingga tiga siswa guna memastikan pemerataan kesempatan. Triyono berharap sekolah-sekolah mitra dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan mengirimkan siswa terbaiknya untuk mengikuti seleksi.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa proses seleksi tetap dilakukan secara kompetitif berdasarkan kemampuan akademik calon mahasiswa. Calon pendaftar yang ingin mendapatkan potongan dana diwajibkan mengisi formulir khusus yang telah disediakan dalam sistem pendaftaran.

“Setiap pendaftar yang mengunggah formulir tersebut memiliki peluang untuk memperoleh potongan hingga 50 persen, namun tetap melalui proses seleksi,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa kebijakan ini diharapkan mampu menarik minat generasi muda untuk terjun dalam bidang Artificial Intelligence yang semakin berkembang pesat. Selain itu, program ini juga menjadi bagian dari strategi UMS dalam mencetak sumber daya manusia unggul di bidang teknologi digital.

Bagi calon mahasiswa yang ingin mendaftar Program Studi Artificial Intelligence UMS, calon mahasiswa dapat mengikuti seleksi penerimaan mahasiswa baru pmb.ums.ac.id. Calon mahasiswa dapat memilih jalur yang tersedia serta mengisi formulir khusus untuk mendapatkan potongan dana pengembangan. Selain jalur ini, UMS juga membuka pendaftaran melalui jalur rapor, SNBP, dan tes CBT sesuai pilihan calon mahasiswa. (Yusuf/Humas)

Lepas Jemaah Haji 2024, UMS Titip Doa Menjadi Kampus Unggul dan Mendunia di Raudhah

Lepas Jemaah Haji 2024, UMS Titip Doa Menjadi Kampus Unggul dan Mendunia di Raudhah

muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar acara “Mangayubagya Haji” bagi dosen dan tenaga kependidikan (tendik) yang akan berangkat ke Tanah Suci pada musim haji 1447 H / 2026 M. Kegiatan yang penuh khidmat ini berlangsung di Auditorium Djazman, Rabu (8/4/2026), mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai.

Dalam sambutannya mewakili Rektor UMS, Prof. dr. Dr. Em Sutrisna, M.Kes. menyampaikan pesan mendalam kepada para calon jamaah. Ia menekankan agar para dosen dan tendik benar-benar memanfaatkan waktu selama di Makkah dan Madinah untuk memperkuat spiritualitas. Menurutnya, kesempatan beribadah di Tanah Suci adalah karunia yang harus disyukuri dengan pelaksanaan rukun dan wajib haji secara disiplin.

“Kerjakan hukum-hukum ibadah haji dengan baik dan tertib. Maksimalkan seluruh rangkaian ibadah, baik yang sunah maupun wajib selama berada di tanah suci,” tegas Em di hadapan para hadirin.

Secara khusus, Em menitipkan harapan besar kepada para jamaah saat berada di Raudhah, Madinah. Ia berharap doa-doa yang dipanjatkan di tempat mustajab tersebut dapat membawa keberkahan bagi institusi. Doa di Raudhah diharapkan menjadi wasilah agar UMS bertransformasi menjadi universitas yang tidak hanya islami dan mencerahkan, tetapi juga unggul, mendunia, serta berkelanjutan (sustainable).

“Kami berharap doa mabrur dari bapak dan ibu sekalian di Raudhah nanti turut mendoakan UMS agar terus menjadi universitas yang mencerahkan dan unggul di kancah internasional,” tambahnya.

Pada tahun ini, terdapat 12 orang perwakilan UMS yang berangkat menuju baitullah. Berikut adalah daftar nama calon jamaah haji tersebut:

Calon Jamaah Haji Dosen:

  1. Prof. Dr. Waston, M.Hum.

  2. Ahmad Kholid Al Ghofari, S.T., M.T.

  3. dr. Tri Agustina, M.Gizi.

  4. Agus Sudaryanto, S.Kp, M.Kes, Ners.

  5. Okti Sri Purwanti, S.Kep, Ns, M.Kep, Sp.Kep.M.B.

  6. Prof. Marwan Effendy, S.T., M.T., Ph.D.

  7. Wulan Adis Aranti, S.Kes., M.K.M.

  8. dr. Metana Puspitasari, Sp. P.K.

  9. dr. Devi Usdiana Rosyidah, M.Sc.

Calon Jamaah Haji Tendik:

  1. Agung Suroso.

  2. Nurul Azizah, S.E.

  3. Woro Sulistyorini, S.E.

Acara ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, di antaranya Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMS, Direktur Direktorat Sumber Daya Manusia dan Organisasi (DSDMO) beserta seluruh staf, serta Wakil Rektor 4. Kehadiran para pimpinan ini merupakan bentuk dukungan moral bagi para pegawai yang akan menunaikan rukun Islam kelima. Suasana hangat dan penuh haru menyelimuti pelepasan ini, menandai kesiapan fisik dan batin warga UMS menuju tanah suci. (DSDMO)

Resmi! STIKES Husada Borneo Serahkan Tata Kelola Pengembangan ke Muhammadiyah

Resmi! STIKES Husada Borneo Serahkan Tata Kelola Pengembangan ke Muhammadiyah

muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA – Dosen Fakultas Hukum dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ditunjuk menjadi Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Husada Borneo Banjarbaru (STIKES HBB) setelah peralihan dari Yayasan Husada Borneo kepada Persyarikatan Muhammadiyah. Secara resmi, per 10 April 2026, tata kelola dan pengembangan STIKES HBB resmi diserahkan ke Muhammadiyah.

Dosen Ilmu Hukum UMS sekaligus Ketua STIKES HBB Prof. Dr. Khudzaifah Dimyati, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari komitmen Muhammadiyah dalam memperluas kontribusi pendidikan tinggi yang unggul dan berkemajuan.

“Alih kelola ini bukan sekadar proses administratif, tetapi bagian dari ikhtiar Muhammadiyah dalam memperkuat kualitas dan tata kelola perguruan tinggi agar lebih adaptif dan berdaya saing,” ujar Khudzaifah, sebagai perwakilan dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Minggu (12/4).

Ia juga menekankan pentingnya integrasi nilai-nilai Muhammadiyah dalam pengembangan institusi ke depan.

“Kami berharap STIKES Husada Borneo dapat tumbuh dalam ekosistem PTMA yang menjunjung tinggi integritas akademik, penguatan riset, serta pengabdian yang berdampak bagi masyarakat,” tambahnya.

Perwakilan Diktilitbang Muhammadiyah sekaligus Rektor UMS Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., menyampaikan bahwa alih kelola ini menjadi bentuk kepercayaan masyarakat luas kepada Muhammadiyah. “Ini sebagai bentuk kepercayaan masyarakat luas kepada Muhammadiyah sebagai lembaga nirlaba yang profesional, amalan, dan tuntas dalam berkontribusi untuk pembangunan bangsa melalui pendidikan,” tutur Harun.

Muhammadiyah, lanjut Harun, juga memiliki rekam jejak profesional, transparan, objektif, serta meritrokrasi dengan Good University Governance yang telah teruji.

Pembina Yayasan Husada Borneo, Nor Wahidah, menyampaikan penjajakan hingga realisasi alih kelola ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kualitas institusi sekaligus memperluas jejaring akademik.

“Penjajakan alih kelola ini merupakan peluang strategis untuk meningkatkan kualitas institusi serta memperluas jejaring akademik,” tambahnya.
Nor Wahidah juga menilai bahwa langkah ini merupakan bentuk adaptasi terhadap perkembangan dunia pendidikan tinggi.

“Muhammadiyah adalah organisasi besar dengan pengalaman panjang di bidang pendidikan. Kami berharap, dengan bergabung dalam sistem Muhammadiyah, STIKES Husada Borneo dapat berkembang lebih luas dan berkelanjutan,” tuturnya.
Alih kelola ini diharapkan tidak hanya memperkuat kapasitas kelembagaan, tetapi juga meningkatkan kualitas tridarma perguruan tinggi, mulai dari pendidikan, penelitian, hingga pengabdian kepada masyarakat.

Dengan bergabungnya STIKES Husada Borneo ke dalam ekosistem PTMA, langkah ini sekaligus menegaskan peran Muhammadiyah dalam memperluas kontribusi di sektor pendidikan kesehatan serta memperkuat jaringan institusi pendidikan tinggi di berbagai wilayah Indonesia. (Maysali/Humas)

Tembus Kerja Sama RI-Prancis, Dosen UMS Menangkan Hibah Penelitian PHC Nusantara

Tembus Kerja Sama RI-Prancis, Dosen UMS Menangkan Hibah Penelitian PHC Nusantara

muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA – Fakultas Teknik (FT) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali mencatatkan capaian gemilangnya dalam bidang penelitian, melalui dua dosen dan dua mahasiswa memperoleh Pendanaan Penelitian Program PHC-Nusantara. Program ini adalah hibah tahunan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Republik Indonesia yang berkolaborasi dengan pemerintah Prancis.

Program Partenariat Hubert Curien (PHC) ini mendorong Kerjasama antara dosen dan peneliti yang ada di Indonesia dan dosen dan peneliti yang ada di Prancis. Kolaborasi ini tak hanya dalam segi penelitian, kolaborasi ini juga mencakup anggaran dan luaran dari penelitian yang akan dilaksanakan.

Dua Dosen FT UMS itu adalah Ir. Sri Sunarjono, M.T., Ph.D., sebagai ketua Tim dan Rama Rizana, S.T., M.Sc., sebagai anggota. Tim penelitian ini juga didukung oleh mahasiswa S2 dari Teknik Sipil UMS dan S3 Universitas Sebelas Maret. Selain itu juga melibatkan dosen senior bersama Prof. Ir. Sri Atmaja Putra Jatining Nugraha Nasir Rosyidi, S.T., M.Sc.Eng., Ph.D., dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Kemudian Ketua Tim Perancis yaitu Dr. Ferhat Hammoum dari Université Gustave Eiffel bersama 2 anggotanya. Dengan mengangkat judul penelitian “Indonesia Sustainable Pavement Innovation with self-healing for Resilient and Economical Roads”.

Rama Rizana, selaku anggota tim penelitian, menjelaskan konsep penelitian yang akan ia lakukan bersama tim.

“Penelitian ini mengusulkan inovasi campuran aspal jalan yang memiliki kemampuan menyembuhkan diri sendiri (self-healing) ketika mengalami keretakan akibat beban maksimal, mengadaptasi konsep yang sebelumnya lebih banyak diterapkan pada struktur beton. Karena aspal pada dasarnya memiliki sifat viskoelastis, kemampuan pemulihan mandiri tersebut dapat dioptimalkan dengan menambahkan material khusus berupa nano karbon yang diekstrak dari limbah pembakaran tempurung kelapa atau kelapa sawit,” ujarnya, Minggu, (12/4).

Rama juga menjelaskan tentang kolaborasi dengan pihak Prancis untuk memaksimalkan penelitian tim nya.

“Untuk memaksimalkan pelaksanaan riset, khususnya dalam tahap metodologi dan analisis data yang mendalam, penelitian ini dilakukan secara kolaboratif dengan mitra peneliti dari Prancis yang memiliki teknologi dan rekam jejak riset lebih maju di bidang material tersebut,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Rama menegaskan bahwa penelitian yang ia lakukan bersama tim mempunyai banyak inovasi, karena di Indonesia belum ada yang menelitinya.

“Mengenai penelitian yang saya akan lakukan bersama tim ini, juga sependek pengetahuan saya, belum ada penelitian yang serupa. Intinya banyak ruang inovasi dalam penelitian kali ini,” katanya.

Di sisi lain, Rama juga mengungkapkan bahwa penelitiannya mempunyai tantangan dalam keberdampakannya dalam pengaplikasiannya, karena membutuhkan jangka waktu yang lama.

“Terkait target penerapan teknologi aspal self-healing ini, tim peneliti mengakui bahwa implementasi di lapangan masih menjadi tantangan karena riset yang dilakukan saat ini baru berada pada skala laboratorium. Meskipun terdapat beberapa rencana penelitian yang berjalan secara paralel untuk menjembatani hal tersebut, penerapan teknologi ini secara nyata di jalan raya tetap membutuhkan tahapan pengujian dan penelitian lanjutan dengan skala lapangan,” tambahnya.

Meskipun ada sedikit tantangan, Rama tetap optimis dalam penelitiannya, karena berkolaborasi dengan pihak Prancis.

“Untuk mendukung kelanjutan dan kedalaman riset tersebut, kolaborasi dengan mitra dari Prancis memegang peranan krusial karena mereka melibatkan kepakaran dari disiplin ilmu material dan kimia, bukan sekadar teknik sipil. Jika keilmuan teknik sipil umumnya hanya berfokus pada hasil akhir performa fisik dari suatu campuran, pelibatan pakar material dan kimia ini memungkinkan tim untuk mengkaji secara lebih mendalam mengenai interaksi antar-material serta alasan fundamental secara kimiawi di balik peningkatan atau penurunan kualitas campuran aspal tersebut,” katanya dengan penuh optimis.

Terakhir, Rama berharap penelitiannya tidak berhenti pada skala laboratorium, tapi bisa berdampak bagi kehidupan nyata.

“Langkah menuju aplikasi nyata di lapangan merupakan proses yang panjang. Inovasi ini tidak hanya menuntut serangkaian uji coba lapangan yang berulang, tetapi juga memerlukan proses peninjauan dan persetujuan dari pemerintah daerah, seperti Dinas Perhubungan Kota Surakarta maupun provinsi, meskipun dengan jalan yang panjang semoga penelitian ini berdampak nyata,” pungkasnya. (Adi/Humas).