by | 28 Sep 2026 | KabarMu |

Dukung Kota Berkelanjutan, Prodi Arsitektur UMS Gelar Pelatihan i-Tree Perdana

muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR — Program Studi (Prodi) Arsitektur Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) merintis langkah nyata dalam mendukung pembangunan kota berkelanjutan dengan menggelar pelatihan i-Tree untuk pertama kalinya pada Senin (28/9/2026). Bertempat di Ruang Seminar Gedung Induk Siti Walidah UMS, pelatihan bertajuk “i-Tree Training: Mengukur Kinerja Ekologis Pohon Vegetasi Lanskap untuk Arsitektur dan Kota Berkelanjutan” ini diikuti oleh sekitar 100 peserta dari unsur mahasiswa dan dosen.

Person in Charge (PIC) kegiatan sekaligus Dosen Prodi Arsitektur UMS, Dr. Ir. Indrawati, M.T., mengungkapkan bahwa agenda ini diinisiasi untuk memberikan pemahaman serta keterampilan praktis dalam mengukur dampak ekologis vegetasi secara akurat dan berbasis data kuantitatif.

“Selama ini kita paham bahwa pohon bermanfaat untuk menyerap karbon, menurunkan suhu, serta menyediakan oksigen. Namun, besaran angkanya secara spesifik jarang diketahui. Melalui perangkat lunak i-Tree, kinerja ekologis pohon dapat diukur secara kuantitatif. Hal ini penting agar dalam perancangan arsitektur dan kawasan, penebangan pohon tidak dilakukan secara gegabah,” ujar Indrawati di Surakarta, Senin (28/9/2026).

Indrawati memaparkan, i-Tree merupakan perangkat lunak analisis ekologis yang dikembangkan oleh Kementerian Kehutanan Amerika Serikat. Pelatihan ini menjadi tonggak awal integrasi teknologi tersebut ke dalam kurikulum pembelajaran UMS, khususnya pada mata kuliah Urban Landscape dan Islamic Urban Landscape.

Sebagai langkah konkret pascapelatihan, Prodi Arsitektur UMS menjadwalkan aksi pengukuran kinerja pohon secara langsung di area Kampus 2 UMS. Tak hanya itu, tim peneliti UMS saat ini juga tengah menggarap riset pengembangan kalkulator serapan karbon yang disesuaikan dengan karakteristik vegetasi beriklim tropis di Indonesia.

“Aplikasi i-Tree berbasis iklim subtropis karena basis pengembangan awalnya dari Amerika Serikat, sehingga kami di UMS sedang mengembangkan riset kalkulator pohon khusus iklim tropis agar dapat diadaptasi dan diimplementasikan secara optimal di seluruh Indonesia,” jelasnya.

Penyelenggaraan pelatihan ini diharapkan mampu mencetak calon arsitek dan alumni yang berpegang teguh pada prinsip pembangunan hijau. Dengan demikian, perancangan arsitektur di masa depan tidak hanya berorientasi pada fisik bangunan, melainkan tetap menjaga keseimbangan ekosistem.

Langkah tersebut sejalan dengan visi utama UMS dalam menghadirkan arsitektur Islam yang berkelanjutan. Harapannya, lulusan UMS dapat menerapkan pendekatan ekologis untuk memperbaiki dan mempertahankan kualitas lingkungan di mana pun mereka berkarya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Informasi PDM Karanganyar kini hadir di Saluran WhatsApp dengan klik Muhammadiyah Karanganyar

Artikel terkait