muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR — Program Studi (Prodi) Profesi Fisioterapis Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menggelar kegiatan Campus Hiring sebagai upaya menyalurkan lulusan pascastudi langsung ke dunia kerja. Agenda rekrutmen yang menghadirkan delapan instansi klinik fisioterapi skala nasional tersebut berlangsung di Ruang Meeting Besar Lantai 2 Gedung Edutorium K.H. Ahmad Dahlan UMS, Sabtu (26/9/2026).
Kegiatan Campus Hiring ini dirancang khusus sebagai wadah penjaringan dan rekrutmen tenaga kerja baru bagi para alumni yang telah menyelesaikan pendidikan profesi fisioterapi di UMS.
Ketua Prodi Profesi Fisioterapi UMS, Suryo Saputra Perdana, M.Sc, PT., menegaskan bahwa pendampingan mahasiswa hingga mendapatkan pekerjaan merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan akademis institusi pendidikan.
“Tanggung jawab kita tidak hanya di pendidikan saja, akan tetapi menjembatani mahasiswa ke dunia kerja menjadi tanggung jawab kita sebagai pendidik,” ujar Suryo saat memberikan keterangan, Minggu (27/9/2026).

Suryo menjelaskan, program Campus Hiring ini telah konsisten dilaksanakan hingga memasuki angkatan kesepuluh. Menurutnya, minat tinggi mitra industri terhadap lulusan UMS tak lepas dari reputasi dan keunggulan kompetensi yang dibangun secara berkelanjutan.
Keunggulan lulusan UMS, lanjut Suryo, terletak pada integrasi antara kemampuan akademis, keterampilan berpikir kritis (critical thinking), komunikasi yang efektif, serta fondasi nilai-nilai keislaman dan spiritualitas. Kombinasi tersebut dinilai memberikan dampak positif langsung bagi kinerja instansi mitra.
Ia juga menyoroti pentingnya memangkas gap atau kesenjangan antara jumlah lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan riil dunia kerja.
“Kami tidak ingin mencetak mahasiswa yang hanya siap lulus kemudian menganggur, tetapi kami ingin mencetak mahasiswa yang siap kerja. Bahkan hingga saat ini, tercatat ada lulusan Profesi Fisioterapis UMS yang telah bekerja di luar negeri,” tegasnya.
Respons positif juga datang dari pihak industri. Staf Klinik Bebas Cedera, Ganess, mengungkapkan bahwa status akreditasi “Unggul” yang disandang Prodi Profesi Fisioterapis UMS menjadi alasan utama instansinya terus menjalin kemitraan rekrutmen.
“Beberapa lulusan UMS telah bergabung dengan kami. Kehadiran mereka memberikan nafas besar bagi kami karena semangat dan pendekatan mereka dalam menerima pasien berbeda, terutama dalam mendefinisikan jurnal-jurnal ilmiah,” ungkap Ganess.
Sementara itu, salah satu peserta Campus Hiring, Pandu Tirto, mengaku sangat terbantu dengan adanya fasilitas rekrutmen langsung di area kampus. Menurut mahasiswa Profesi Fisioterapis UMS ini, kegiatan tersebut mempermudah langkah para lulusan untuk mengakses peluang karier di berbagai klinik terkemuka.
“Kehadiran klinik-klinik yang bermitra dengan UMS dapat membantu teman-teman untuk mempermudah menjembatani ke dunia kerja. Ini merupakan fasilitas kampus yang sangat perlu dimanfaatkan,” tutur Pandu.
Pelaksanaan Campus Hiring ini menjadi bukti komitmen berkelanjutan UMS dalam mencetak tenaga medis fisioterapi yang berkompeten, berkarakter, dan siap bersaing di pasar kerja nasional maupun internasional. (Affiq/Humas)















