by | 4 Oct 2026 | KabarMu |

Mahasiswa UMS Ciptakan ‘Smart Teacher Emotion’, Inovasi Pembelajaran Sosial Emosional Berbasis Web

muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR — Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Ryan Brilian Fatsena, berhasil mengembangkan Smart Teacher Emotion, sebuah inovasi media pembelajaran sosial emosional berbasis web yang ditujukan bagi para guru dan calon guru.

Inovasi bertajuk “Smart Teacher Emotion: Bijak Mengelola Emosi, Menjadi Teladan” ini dirancang untuk membantu pendidik memahami pentingnya kesadaran diri, pengontrolan emosi, pembentukan hubungan positif, serta pengambilan keputusan yang bertanggung jawab di lingkungan sekolah.

Platform digital ini dikembangkan sebagai bagian dari tugas mata kuliah Pembelajaran Sosial Emosional (PSE) pada Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan UMS di bawah bimbingan dosen Dr. Supriyono, S.Pd., M.Pd.

Ryan menegaskan bahwa peran pendidik tidak terbatas pada penyampaian materi akademik semata, melainkan juga menjadi teladan dalam bersikap dan berkomunikasi.

“Guru berhadapan dengan berbagai situasi di kelas yang membutuhkan kemampuan untuk mengenali dan mengelola emosi. Oleh karena itu, saya mencoba menghadirkan media pembelajaran yang dapat membantu calon guru maupun guru untuk lebih sadar terhadap emosinya sebelum menentukan respons dalam pembelajaran,” ujar Ryan, Sabtu (3/10/2026).

Media pembelajaran berbasis web ini mengintegrasikan konsep kerangka kerja CASEL 5 dan EMC² yang disesuaikan dengan dinamika nyata di ruang kelas. Karya tersebut kini telah dapat diakses secara publik melalui laman https://cobaiyan.my.canva.site/smart-teacher-emotion .

Menurut Ryan, tantangan utama dalam proses perancangan ini adalah memvisualisasikan teori pembelajaran sosial emosional yang konseptual menjadi platform digital yang praktis dan ramah pengguna.

“Konsep PSE cukup luas dan tidak semuanya mudah diterjemahkan ke dalam media digital. Tantangannya adalah bagaimana membuat media yang tetap memiliki dasar pembelajaran, tetapi juga mudah dipahami dan relevan dengan situasi yang mungkin dihadapi guru di kelas,” jelasnya.

Seluruh penyusunan materi, struktur, hingga desain antarmuka dikerjakan secara terpadu agar dapat difungsikan sebagai sarana refleksi mandiri bagi pendidik.

Sebagai bentuk perlindungan atas orisinalitas karya dan dokumentasi inovasi pendidikan digital, Smart Teacher Emotionjuga telah resmi mengantongi Hak Cipta.

Melalui perpaduan teknologi dan penguatan kompetensi sosial emosional, Ryan berharap inovasi ini dapat terus memberikan dampak berkelanjutan bagi dunia pendidikan Indonesia.

“Harapannya, Smart Teacher Emotion tidak hanya menjadi karya untuk memenuhi tugas perkuliahan, tetapi juga dapat terus dikembangkan menjadi media yang bermanfaat bagi calon guru maupun guru. Saya ingin karya ini membantu mengingatkan bahwa sebelum mendidik peserta didik, guru juga perlu mampu mengenali dan mengelola dirinya sendiri,” pungkas Ryan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Informasi PDM Karanganyar kini hadir di Saluran WhatsApp dengan klik Muhammadiyah Karanganyar

Artikel terkait