muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA — Muhamad Wildan Fadila, mahasiswa Program Studi Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), berhasil menembus kancah internasional dengan menjalani kerja praktik di Milaha, salah satu perusahaan maritim dan logistik terbesar di Qatar. Saat ini, Wildan ditempatkan langsung di offshore vessel (kapal lepas pantai) untuk mengaplikasikan ilmu perkuliahan sekaligus menyelami budaya kerja industri maritim berskala global.
Kesempatan emas ini diraih Wildan setelah berhasil melewati seluruh tahapan rekrutmen ketat yang diterapkan oleh perusahaan, mulai dari seleksi administrasi, wawancara, hingga tahapan seleksi akhir.
“Saat ini saya sedang menjalani kerja praktik di Milaha, Qatar, tepatnya di offshore vessel. Milaha sendiri merupakan salah satu perusahaan maritim dan logistik terbesar di Qatar,” ujar Wildan, Rabu (1/7/2026).
Selama menjalani program tersebut, Wildan dipercaya untuk terlibat langsung dalam berbagai aktivitas teknis yang menantang. Beberapa di antaranya meliputi penggantian panel listrik di kapal, mengikuti operasional harian, mengikuti safety briefing, serta membedah sistem dan peralatan kelistrikan yang digunakan di lingkungan kerja offshore vessel.
Bagi Wildan, tantangan terbesar di lapangan tidak hanya terletak pada aspek teknis kelistrikan, melainkan pada kemampuan adaptasi di lingkungan kerja internasional. Setiap hari, ia dituntut untuk berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris dengan rekan kerja yang berasal dari berbagai negara.
“Awalnya cukup sulit karena harus menggunakan bahasa Inggris setiap hari, tetapi lama-kelamaan jadi terbiasa karena memang dituntut untuk terus berkomunikasi,” ungkapnya.
Meski demikian, ia mengaku dasar-dasar ilmu teknik elektro yang didapatkan di bangku kuliah UMS sangat membantu dalam memahami sistem kelistrikan di lapangan. Selain kompetensi akademik, kemampuan untuk cepat belajar hal baru dan bekerja sama dalam tim menjadi modal krusial selama berada di luar negeri. Hal lain yang paling membekas bagi Wildan adalah penerapan budaya keselamatan kerja (safety) yang menjadi prioritas utama mutlak di perusahaan tersebut.
Melalui pengalaman berharga ini, Wildan mendorong rekan-rekan sesama mahasiswa UMS agar tidak ragu dalam mengambil peluang internasional. Menurutnya, keterbatasan kemampuan bahasa bukan menjadi alasan untuk membatasi pengembangan diri.
“Jangan ragu untuk mencoba. Kadang kita merasa belum cukup mampu, terutama dalam bahasa Inggris. Tapi kalau tidak mencoba, kita tidak akan tahu kemampuan kita sampai di mana. Manfaatkan setiap kesempatan yang ada dan jangan takut keluar dari zona nyaman,” pungkasnya.















